Rheumapas

Tips Diet Sehat untuk Penderita Asam Urat

Asam urat merupakan gangguan kesehatan yang ditandai dengan terjadinya peradangn pada sendi, sehingga menyebabkan rasa tertekan, nyeri, dan ruam merah pada sendi. Pengidap asam urat memiliki kadar asam urat yang cukup tinggi di dalam darahnya. Salah satu penyebab asam urat tinggi adalah akibat mengonsumsi makanan tinggi purin. Oleh sebab itu, perubahan pola makan atau diet sehat untuk penderita asam urat dapat membantu mencegah penyebaran asam urat du dalam tubuh.

Jika kadar asam urat di dalam tubuh terkendali, maka dapat membantu meringankan atau mencegah gejala asam urat yang mengganggu. Salah satu cara untuk mengendalikan atau menurunkan asam uratadalah dengan mengonsumsi makanan yang dianjurkan untuk penderita asam urat, serta menghindari makanan yang menjadi pantangannya.

Tips Diet Sehat untuk Penderita Asam Urat

Diet sehat asam uratmungkin akan mengurangi makanan yang Anda sukai. Namun Anda tidak perlu khawatir, sebab masih banyak makanan rendah purin yang lezat dan dapat dinikmati. Berikut ini tips anjuran makan untuk penderita asam urat ataupun untuk Anda yang ingin mencegah kondisi tersebut.

1. Batasi asupan purin

Penumpukan asam urat di dalam tubuh dapat menyebabkan pembengkakan pada sendi, sehingga diet sehat asam urat harus bebas purin. Namun, perlu Anda ketahui bahwa hampir semua bahan makanan sumber protein memiliki kandungan nucleoprotein, sehingga hal ini hampir tidak mungkin untuk dilakukan. Oleh sebab itu, hal yang harus dilakukan oleh penderita asam urat adalah membatasu asupan purin menjadi 100 – 150 mg purin per hari. Sementara itu, diet normal biasanya membatasi asupan purin sebanyak 600 – 1000 mg per hari.

2. Penuhi kebutuhan karbohidrat

Pada dasarnya, karbohidrat merupakan sumber energi untama bagi tubuh, termasuk untuk penderita asam urat. Oleh sebab itu, karbohidrat yang harus dipenuhi olhe penderita asam urat cenderung dalam jumlah yang tinggi, yaitu sekitar 65 – 75 persen dari total jumlah kalori yang didapatkan tiap hari. Sementara asupan kalori yang terlalu sedikit juga tidak terlalu baik, karena dapat meningkatkan kadar asam urat.

Usahakan untuk mengonsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, singkong, kentang, roti gandum, dan ubi, sebab juga dapat meningkatkan peneluaran asam urat melalui urine. Konsumsi karbohidrat kompleks setidaknya 100 gram dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh. Sebaiknya juga hindari jenis karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti  gula, permen, sirup, arumanis, dan lain sebagainya, karena dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

3. Perhatikan asupan protein

Penderita asam urat juga perlu memerhatikan asupan protein. Pasalnya, protein yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Sumber makanan yang mengandung protein hewani dalam jumlah tinggi, seperti limpa, paru, ginjal, hari, dan otak, tidak dianjurkan untuk penderita asam urat. Sementara itu, asupan protein yang dianjurkan untuk penderita asam urat adalah sebesar 50 s/d 70 gram per hari atau sekitar 0,8 s/d 1 gram per kg berat badan per hari. Sumber protein yang dianjurkan pun adalah protein nabati.

4. Konsumsi makanan rendah lemak

Bagi Anda yang memiliki gangguan asam urat sebaiknya juga mengonsumsi makanan yang rendah lemak. Hal ini disebabkan karena lemak dapat menghambat eksresi asam urat melalui urine. Hindarilah makanan yang digoreng, makanan bersantan, margarine atau mentega, karena dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Penderita asam urat sebaiknya mengonsumsi lemak sebanyak 15 persen dari total kalori.

5. Perbanyak asupan cairan

Memperbanyak asupan cairan juga dapat membantu mengurangi asam urat melalui urine. Maka dari itu, sebaiknya Anda menghabiskan setidaknya 2,5 liter atau setara dengan 10 gelas air per hari. Air minum ini tentunya tidak harus Anda minum dalam bentuk air putih, tetapi juga bisa berupa air teh, kopi, hingga buah-buahan segar yang memiliki banyak kandungan air. Buah-buahan yang mengandung air tinggi dan baik untuk penderita asam urat antara lain adalah semangka, melon, blewah, nanas, belimbing, dan jambu air. Sementara iru, hindari konsumsi durian dan alpukat karena memiliki kandungan lemak yang tinggi.

6. Perhatikan pH makanan

Perlu Anda ketahui juga bahwa penderita gangguan asam urat memiliki kadar asam darah yang tinggi, yakni pH urine di bawah 6,3. kondisi ini tentunya sangat berpotensi untuk meningkatkan perkembangan peradangan. Tingakt keasaman ini dapat diturunkan dengan mengurangi asupan makanan yang mengandung pH asam dan meningkatkan pH alkali. Makanan dengan pH asam antara lain adalah gula, alkohol,kopi, cuka, daging, dan produk olahan susu. Sementara itu makanan dengan pH alkali di antaranya adalah sayuran hijau, gandum, tanaman lidah buaya.

7. Penuhi kebutuhan serat

Memenuhi kebutuhan serat juga menjadi salah satu hal penting untuk Anda yang mengalami gangguan asam urat. Kebutuhan serat yang dianjurkan untuk penderita asam urat asalah sekitar 20 sampai 30 gram per hari. Pasalnya, serat yang cukup dapat membantu mempercepat proses pembuangan sebelum sisa makanan berubah menjadi zat tosik yang merugikan tubuh. Anda dapat memperoleh asupan serat dari buah-buahan segar dan sayuran.

Tinggalkan Komentar