Testimoni

Pengguna = Ayu Raka

“Rheumapas Tidak Hanya Menurunkan Asam Urat Saya, Tetapi Gula Darah dan Kolesterol Juga”

Gangguan Asam Urat adalah salah satu momok yang acap menyerang penderitanya yang berada dalam kategori usia lanjut. Penderita gangguan Asam Urat akan merasakan nyeri pada sendi yang sangat hebat baik secara rutin atau temporer. Asam urat sendiri berfungsi sebagai anti oksidan dan peremajaan sel-sel dalam tubuh. Namun jika produksi Asam Urat meningkat, maka akan menganggu pergerakan organ lainnya, seperti gangguan pada jantung serta fungsi ginjal hingga dapat menyebabkan gagal ginjal.

Derita akibat gangguan Asam Urat salah satunya dirasakan oleh Ibu Ayu Raka, seorang Staff Kepolisian Kesatuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Bandung. Ibu dari dua anak ini sebelumnya tidak pernah merasakan adanya gejala Asam Urat. Dan pada suatu ketika, dirinya merasakan rasa sakit di sekujur lengan dan kakinya. Rasa sakit yang hebat ini ia rasakan setiap harinya, terutama pada malam hari. “Saking sakitnya saya sampai menangis. Di sekujur lengan dan kaki semuanya sangat ngilu dan nyeri,” ujarnya.

“Awalnya saya tidak mau memeriksakan penyakit ini ke dokter. Karena saya tidak pernah percaya pada obat. Karena rasa sakit yang tidak kunjung mereda, suami saya pun menyarankan untuk segera periksa darah untuk mengecek kadar Asam Urat saya. Pada tanggal 27 September 2013, kebetulan saat itu sedang ada pemeriksaan kesehatan di kantor. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mengecek darah saya,” ujarnya lagi.

“Hasil pemeriksaan darah tersebut, membuat saya betul-betul stress karena ternyata kadar Asam Urat saya 8.6 (normalnya 2-5);. Kadar gula darah 125 (normalnya 70-110); dan kadar kolesterol 236 (normalnya 100-200),” jelasnya.

Saat itu dirinya langsung mengadu pada suami. Dan suami pun menyarankan untuk mengkonsumsi obat herbal Rheumapas. Prinsipnya yang tidak pernah percaya akan obat membuat dirinya ragu-ragu untuk mengkonsumsi Rheumapas. Namun karena faktor rasa sakit yang tidak kunjung usai akhirnya membuat ibu 39 tahun ini menyerah dan mengikutianjuran suami.

“Awal mengkonsumsi obat Rheumapas rasa sakit di sendiri saya mulai mereda. Hilangnya rasa sakit seperti hilang dari sela-sela jari karena tiap hari rasa sakitnya terus maju dari sikut lantas ke lengan lalu ke pergelangan, dan terus hingga ujung jari dan akhirnya hilang. Saya cukup terkejut dengan hasil secepat ini, karena hanya 1 bulan mengkonsumsi Rheumapas,” ceritanya, lagi.

Untuk memastikan kembali, pada tanggal 24 Oktober 2013, saya pun melakukan cek darah kembali. Sekali lagi ia merasa sangat terkejut karena ternyata kadar asam urat saya turun menjadi 5.1, begitu juga dengan kadar gula darah, 116 dan kolesterol pun turun drastis 197, semuanya hampir menyentuh normal.

Asam Urat dibedakan dalam dua kategori yaitu Primer dan Sekunder. Asam Urat Primer adalah gangguan yang disebabkan oleh factor genetic dan ketidakseimbangan hormonal. Sedangkan Asam Urat Sekunder merupakan gangguan yang disebabkan asupan makanan yang mengandung zat Purin tinggi sehingga memacu kadar asam urat menjadi naik. Makanan dengan kandungan Zat Purin tinggi diantaranya adalah: jeroan, udang, cumi, kepiting, kerang, dan berbagai sea food lainnya.

Sekarang ibu Ayu Raka sudah merasa jauh lebih baik. “Saya memang tidak pernah mempercayai obat, tapi ternyata Rheumapas bisa membalikan pikiran saya. Saat ini sendi saya sudah tidak bermasalah dan tentunya badan menjadi lebih enak dan ringan. Dari keberhasilan ini, saya pun merekomendasikan pada teman-teman yang mengalami penyakit sama dengan saya,” katanya, bahagia.

Pengguna = Yesmina

“Rheumapas Membebaskan Saya dari Radang Sendi Akut yang Menyebabkan Kaki Nyaris Tidak Bisa Berjalan”

Masih lekat diingatan Yesmina, empat tahun lalu ketika pertama kali Ia terkena Penyakit Asam Urat. Penumpukan kristal asam urat dalam darah, yang menyebabkan pembengkakan pada sendi menimbulkan sakit yang luar biasa.

“Sekitar tahun 2014, suatu hari ketika bangun tidur, Saya tiba-tiba merasakan kaki kebas seperti mati rasa, namun ketika ditekan sakit sekali seperti ada duri di telapak kaki saya. Rasanya seperti ditusuk-tusuk. Sampai saya tidak bisa berjalan karena kaki tidak bisa digerakan ataupun ditekuk,” Ujar Ibu 4 anak, asal Sibolga sumatera Utara ini.

“Tiga hari tak kunjung membaik, membuat anak-anak saya khawatir dan membawa saya ke dokter. Setelah diperiksa dan dicek darah, diketahui kalau kadar Asam urat saya tinggi sekali, jauh di atas normal. Kemungkinan tingginya Asam Urat itu dipicu makanan seperti Sayuran hijau, kacang-kacangan dan ikan asin, dimana makanan tersebut kerap kali saya konsumsi karena makanan favorit saya,” kenang Yesmina.“Selain meresepkan obat, dokter juga mengharuskan saya menjalani terapi sinar, untuk mempercepat penyembuhan radang sendi akibat asam urat tersebut,” kata Yesmina.

Satu bulan berobat, belum menunjukkan hasil yang signifikan, Yesmina mencoba mengkonsumsi beberapa obat herbal namun belum juga membuahkan hasil. Kaki masih tetap sakit ketika ditekuk, berjalan pun tidak bisa terlalu lama. “Biasanya kurang lebih setiap 100 meter Saya harus berhenti,” lanjut Yesmina.

Sampai suatu hari, ketika Yesmina mengunjungi anak pertamanya yang tinggal di Bandung. Yesmina diberikan Rheumapas, obat herbal yang dapat membantu mengatasi bengkak yang disebabkan asam urat. “Anak saya mendapatkan informasi dari temannya dan menyarankan saya untuk mencoba Rheumapas. Saya pikir tidak ada salahnya mencoba,” kata Yesmina.

“Satu minggu saya konsumsi dengan dosis 3 x 2 kapsul/hari, sudah terasa ada perubahan, badan rasanya fit, rasa sakit sendi pun makin berkurang. Lalu saya lanjutkan dengan dosis 1 x 3 kapsul/hari sampai satu bulan lamanya. Hasilnya diluar dugaan saya. Sakit di persendian sudah tidak saya rasakan lagi. Bahkan ketika kaki saya ditekuk atau pun harus berjalan jauh,” lanjut Yesmina.

“Karena hasilnya sangat saya rasakan, saya teruskan konsumsi Rheumapas sampai 3 bulan lebih, karena saya tidak ingin radang sendi saya kambuh lagi,” Lanjut Yesmina.

“3 bulan saya konsumsi Rheumapas, rasanya saya benar-benar fit. Tidak ada keluhan sakit di persendian lagi. Saya bisa beraktivitas seperti sediakala, bisa melakukan olah raga ringan, bahkan bisa mengasuh cucu lagi yang kala itu masih berusia 2 bulan,” pungkas Yesmina, nenek 3 cucu itu bahagia.