Apa itu Ablasi Radiofrekuensi?

Ablasi radiofrekuensi (radiofrequency ablation) merupakan prosedur medis yang menggunakan energi panas untuk menghancurkan penyakit serta jaringan abnormal. Ini merupakan salah satu bentuk dari ablasi. Bentuk lainnya menggunakan sinar laser (ablasi laser) atau suhu dingin yang ekstrem (krioterapi).

RFA membutuhkan obat penenang yang ringan atau bius lokal yang seringkali dilakukan sebagai prosedur rawat jalan. Tapi pada beberapa kasus, pasien mungkin perlu tinggal di rumah sakit selama semalam. Karena perlu untuk dimonitor sebagai kemungkinan komplikasinya.

Cara Kerja Ablasi Radiofrekuensi

Pasien dengan penyakit atau kondisi seperti di atas bisa membahas kemungkinan pelaksanaan RFA dengan dokter mereka. Jika RFA sudah direkomendasikan, dokter akan menjelaskan prosedurnya pasien. Penting agar pasien mengetahui dan dapat memahami kemungkinan manfaatnya serta risiko dan komplikasinya.

Untuk prosedurnya, langkah-langkah di bawah ini akan diambil:

  • Pasien terhubung ke monitor. Hal ini dilakukan bertujuan untuk mengawasi tanda vitalnya selama prosedur berjalan.
  • Pasien diberi bius lokal serta obat penenang ringan melalui jalur intravena (IV). Karena ini, pasien tidak dapat merasakan sakit selama prosedur berlangsung.
  • Titik masuk untuk jarum disterilkan. Untuk mencegah infeksi.
  • Jarum dimasukkan melalui kulit. Dengan menggunakan MRI atau CT scan, jarum diarahkan ke area target. Setelah itu, microelectrode akan dimasukkan melalui jarum.
  • Energi diterapkan pada jaringan yang sakit atau abnormal. Jika diperlukan, jarum akan direposisi dan beberapa ablasi dilakukan. Hal ini dilakukan agar semua bagian yang sakit hancur.
  • Elektroda jarum kemudian ditarikdDan Jalur intravena juga dilepas. Sayatan di kulit kemudian ditutup kembali dengan perban steril
  • Pasien lalu dipindahkan ke ruang pemulihan selama beberapa jam.
  • Pasien akan dipantau untuk komplikasi. Dan mungkin perlu tinggal di rumah sakit dalam semalam.
  • Nyeri yang disebabkan oleh prosedur bisa dikontrol dengan obat penghilang rasa sakit oral.
  • Penderita disarankan beristirahat di rumah. Mereka harus menunggu hingga beberapa hari sebelum kembali ke rutinitas mereka.

Kemungkinan Komplikasi danm Risiko Ablasi Radiofrekuensi

Secara umum, RFA merupakan prosedur yang aman. Namun, itu memiliki risiko yang kecil. Hal ini juga memungkinkan untuk beberapa komplikasi terjadi. Tapi sangat jarang terjadi, Ini termasuk:

  • Infeksi pada tempat suntikan
  • Nyeri – Sakit setelah RFA sangat umum untuk terjadi. Hal ini diobati menggunakan obat penghilang rasa sakit oral
  • Kerusakan jaringan sehat pada sekitarnya.
  • Gejala seperti flu. Ini akan hilang dalam beberapa hari hingga seminggu.
  • Perdarahan, yang biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Perdarahan yang parah sangat jarang untuk terjadi

Baca juga