Rheumapas.com – Osteoarthritis merupakan peradangan sendi dan tulang akibat dari proses pengapuran tulang. Gejala yang ditimbulkan biasanya berupa kesulitan berjalan, susah jongkok, cepat lelah, dan gampang terjatuh. Timbul juga rasa nyeri yang menjadikann keterbatasan dalam gerak, ketergantungan kepada obat dan juga orang lain, bahkan hingga depresi.

Faktor risiko osteoarthritis secara garis besar dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi dan faktor risiko yang bisa dimodifikasi. Faktor risiko yang tidak dapat dimodisikasi ialah umur, jenis kelamin, ras, dan genetik. Faktor risiko yang bisa dimodifikasi ialah obesitas, aktivitas fisik, kelemahan otot, trauma berulang, dan diet.

Berikut merupakan penatalaksanaan osteoarthritis yang terdiri dari terapi non obat (penurunan berat badan, edukasi, terapi fisik dan terapi kerja), terapi obat, terapi local, dan juga tindakan bedah

1. Terapi Osteoarthritis Non Obat

Terapi non obat terdiri dari berbbagai edukasi, terapi fisik, penurunan berat badan, dan terapi kerja. Pada edukasi, yang penting adalah untuk meyakinkan pasien untuk tidak selalu tergantung kepada orang lain. Walaupun osteoarthritis tidak dapat disembuhkan, akan tetapi kualitas hidup pasien bisa ditingkatkan.

Penurunan berat badan adalah tindakan yang sangat penting, terutama pada pasien-pasien obesitas, untuk mengurangi beban pada sendi yang terserang

Terapi fisik dan terapi kerja bertujuan untuk agar penderita dapat melakukan aktivitas dengan optimal dan tidak tergantung pada orang lain. Terapi ini terdiri dari pendinginan, pemanasan, dan latihan menggunakan alat bantu. Dalam terapi fisik dan terapi kerja dianjurkan latihan yang bersifat untuk penguatan otot, memperluas lingkup gerak pada sendi, dan latihan aerobik.

2. Terapi Osteoarthritis Obat

Paracetamol merupakan analgesic yang pertama diberikan kepada penderita osteoarthritis dengan dosis 1 gram 4 kali sehari, karena cenderung aman dan juga dapat ditoleransi dengan baik, terutama pada pasien dengan usia tua.

Kombinasi paracetamol atau opiat seperti coproxamol bisa juga digunakan jika parasetamol saja tidak dapat membantu. Tetapi jika dimungkinkan, penggunaan opiat yang lebih kuat sebaiknya dihindari.

Kelompok obat yang biasa digunakan untuk menghilangkan nyeri penderita osteoarthritis ialah obat anti inflamasi non steroid (OAINS).

3. Terapi Osteoarthritis Lokal

Terapi lokal adalah meliputi pemberian injeksi intra artikular steroid atau hialuronan adalah molekul glikosaminoglikan besar dan berfungsi sebagai viskosuplemen dan juga pemberian terapi topikal, seperti:

  • krem OAINS,
  • krem salisilat, atau
  • krem capsaicin.

Untuk beberapa kasus, ada kalanya juga memerlukan terapi suntik. Contohnya injeksi steroid intra articular yang diberikan bila didapatkan infeksi lokal atau efusi sendi.

4. Terapi Operasi Osteoarthritis

Bagi para penderita osteoarthritis yang sudah cukup parah, maka operasi merupakan tindakan yang cukup efektif. Operasi yang dapat dilakukan antara lain adalah:

  • arthroscopic debridement,
  • joint debridement,
  • dekompresi tulang, dan

Walaupun dengan tindakan operatif dapat menghilangkan nyeri pada sendi osteoarthritis, akan tetapi kadang-kadang fungsi sendi tidak dapat diperbaiki secara adekuat, sehingga terapi fisik sebelum dan juga sesudah operasi harus dipersiapkan dengan lebih baik

5. Tindakan Alternatif Lain

Perkembangan penatalaksanaan osteoarthritis yang terbaru ialah dengan penggunaan glukosamin dan kondroitin sebagai pengobatan osteoarthritis, yang digolongkan dalam makanan suplemen, namun hasilnya juga masih kontroversial. Terapi lain yang masih pada tahap eksperimen adalah cartilage repair dan juga transplantasi rawan sendi. Kedua model penatalaksanaan tersebut belum bisa digunakan sebagai pengobatan osteoarthritis secara umum.

Baca juga