Sering Kesemutan? Ini Penyebabnya

Rheumapas.com – Kesemutan yang dapat menimbulkan sensasi seperti kebas atau mati rasa ini bisa terjadi kapan saja, misalnya setelah ketika duduk bersila pada waktu lama. Penyebab terjadinya kesemutan pun dapat beragam. Kesemutan ada yang bersifat hanya sementara dan ada juga yang sifatnya berkepanjangan

Kesemutan (parestesia) merupakan sensasi geli atau mati rasa yang dibarengi dengan perasaan seperti dengan tertusuk jarum. Hal ini terjadi pada saat saraf secara tidak sengaja mendapatkan tekanan dan sehingga aliran darah pada saraf menjadi  tidak lancar.

Kesemutan berkepanjangan dikenal dengan istilah parestesia kronis. Kesemutan juga dapat disebabkan karena gangguan kesehatan ataupun penyakit tertentu. Di bawah ini merupakan penyebab dari kesemutan sementara hingga kronis.

Baca juga : 6 Tips Hidup Sehat Buat Kamu Yang Workholic

Penyebab Kesemutan Sementara

Tidak hanya bisa terjadi pada lengan atau kaki, kesemutan sementara juga bisa terjadi ketika ada anggota tubuh yang sedang mengalami tekanan pada waktu lama. Hal ini menyebabkan pasokan darah ke saraf pada daerah itu menjadi terhambat. Anda bisa merasakan kesemutan pada kaki pada saat duduk bersila atau juga memakai sepatu terlalu kecil. Kesemutan pada tangan juga bisa dirasakan, misalnya ketika tidur dengan posisi kepala yang menindih lengan.

Karena bersifat sementara, kondisi dapat mereda dengan sendirinya jika segera membebaskan area kesemutan dari tekanan, dengan meluruskan kaki setelah duduk bersila atau melepaskan tangan lama tertindih. Dengan begitu aliran darah akan kembali berjalan dengan lancar.

Penyebab lain adalah seperti penyakit Raynaud. Penyakit ini dapat memengaruhi pasokan darah pada area tertentu pada tubuh, seperti jari-jari tangan atau kaki. Penyakit ini khususnya dapat menyerang saat penderita sedang stres, gelisah, atau ketika berada di ruangan bersuhu dingin.

Penyebab Kesemutan Berkepanjangan

Kesemutan yang terjadi dengan berkepanjangan biasanya berhubungan dengan kondisi kesehatan Anda, misalnya akibat dari menderita penyakit diabetes, gangguan ginjal, penyakit hati, tumor otak, stroke, kanker, ketidak seimbangan hormon, kompresi saraf ulnaris, multiple sclerosiscarpal tunnel syndrome.

Selain dari itu, obat-obatan yang sedang di konsumsi juga dqpqt memicu kesemutan, misalnya dari obat-obatan kemoterapi yang biasa digunakan dalam mengatasi kanker payudara dan limfoma, antibiotik, obat anti kejang, dan juga obat untuk penyakit HIV/AIDS.

Terpapar zat yang beracun juga dapat menimbulkan kesemutan. Zat-zat yang beracun terkait, misalnya merkuri, timbal, kalium, arsenik, dan beberapa bahan kimia lainnya.

Faktor lain yang juga bisa menyebabkan kesemutan berkepanjangan adalah malnutrisi yaitu di akibatkan dari pola makan yang buruk, atau akibat mengonsumsi minuman beralkohol dan kekurangan vitamin B12

Bagaimanakah Cara Mengetahui Penyebab Pasti dari Kesemutan?

Jika Anda sering merasakan kesemutan, Anda bisa langsung menanyakan penyebabnya ke dokter. Dokter akan segera menelusuri riwayat medis hingga keluhan, dan melakukan pemeriksaan fisik juga pemeriksaan penunjang. Beberapa tes penunjang yang mungkin akan dijalani, seperti tes darah, tes elektromiogram (EMG), tes konduksi saraf, pemeriksaan cairan serebrospinal, MRI, dan biopsi.

Setelah diagnosis dilakukan, dokter dapat menentukan penanganan untuk kesemutan yang sering Anda alami. Contoh, jika kesemutan yang terjadi karena diabetes, maka dokter akan mengingatkan Anda untuk selalu mengontrol kadar gula darah, memberikan obat dengan tujuan untuk menjaga kadar gula darah.

Secara umum, kesemutan bisa diminimalisir dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat, misalnya:

  • Rutin berolahraga.
  • Menghindari terpapar racun.
  • Menghindari atau bahkan membatasi konsumsi minuman beralkohol.
  • Berenti merokok.
  • Pola makan yang lebih sehat.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Mengobati dan mengontrol penyakit kronis jika diperlukan, seperti diabetes atau penyakit ginjal.

Kebanyakan kasus pada kesemutan yang bersifat sementara. Anda biasanya akan disarankan agar segera mengunjungi dokter jika kesemutan yang di alami semakin memburuk, dan disertai dengan kemunculan ruam, pusing, kejang otot, sering buang air kecil, timbul nyeri di leher, merasa lesu atau tidak bisa bergerak, lengan bawah dan jari atau hingga kehilangan kesadaran.

Baca juga