Rheumapas.com – Pernahkah Anda merasa leher kaku sehingga sulit digerakkan? Kondisi ini disebut dengan tortikolis. Umumnya tortikolis sering dialami orang-orang pada usia lanjut. Leher kaku bisa juga merupakan kondisi yang tidak serius, atau malah sebaliknya, merupakan gejala dari penyakit serius yang tidak boleh Anda diabaikan.

Secara umum, rasa kaku atau bahkan nyeri pada leher terjadi di area kepala hingga pada bahu. Jaringan yang terdapat di area ini meliputi:

  • Otot dan ligamen leher yang mengikat tulang pada leher menjadi satu.
  • Diskus / bantalan yang memisahkan antar ruas tulang belakang leher, berfungsi untuk menyerap tekanan dari goncangan gerakan.
  • Tulang dan juga sendi tulang belakang leher.

Mengenali Kondisi Leher menjadi Kaku

Untuk mengetahui apakah leher kaku yang dialami adalah kondisi serius atau bukan, simak perbedaannya di ulasan berikut ini.

Leher Kaku Dengan Kondisi Tidak Serius

Pada kondisi yang tidak serius, leher kaku bisa disebabkan oleh ketegangan minor pada jaringan lunak dileher. Ketegangan tersebut bisa terjadi jika Anda:

  • Menggerakkan leher dengan tiba-tiba hingga membuat otot dan ligamen leher mengalami cedera.
  • Stres juga dapat menjadi pemicu ketegangan pada otot yang bermula dari bagian belakang kepala, dan menjalar ke bagian belakang bahu.
  • Menggunakan komputer dalam waktu yang lama dengan posisi duduk yang buruk.
  • Membawa beban berat dan tidak seimbang.
  • Tidur dengan posisi yang tidak nyaman.
  • Postur tubuh yang buruk.

Tortikolis akut pada umumnya akan sembuh dalam waktu 24 hingga 48 jam, tetapi kadang-kadang dapat berlanjut hingga waktu seminggu. Tortikolis dapat Anda tangani dengan beberapa cara sebgai berikut ini.

  • Tidur menggunakan bantal yang cukup rendah dengan posisi tidur yang baik.
  • Kompres dengan air dingin pada 2-3 hari pertama pada kondisi leher kaku. Setelah itu, ganti menggunakan kompres air hangat.
  • Lakukan gerakan leher dengan perlahan-lahan, seperti menunduk, mendongak, tengok sisi kanan dan juga kiri, serta gerakan memutar.
  • Gunakan gel Pereda untuk rasa sakit, seperti gel ibuprofen. Penggunaan gel akan lebih disarankan dari pada mengonsumsi obat dalam bentuk tablet.

Jika Anda telah mencoba mengobati leher kaku di rumah  dan tidak kunjung membaik atau malah bertambah parah, segera periksakan kondisi Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut dan sesuai.

Leher Kaku Dengan Kondisi Serius

Leher kaku dapat menjadi kondisi serius jika berkepanjangan dan juga disertai dengan gejala-gejala seperti berikut:

  • Demam yang tinggi.
  • Berat badan menurun dengan drastis.
  • Menurunnya fungsi koordinasi syaraf, contohnya seperti sulit berjalan.
  • Buang air secara terus-menerus.

Pada kondisi yang serius, leher kaku dapat disebabkan oleh penyakit seperti:

Meningitis

Meningitis adalah radang pada selaput (meninges) otak dan saraf tulang belakang akibat dari infeksi virus, jamur dan bakteri. Beberapa gejalanya bisa  berupa:

  • Leher kaku.
  • Demam secara tiba-tiba.
  • Sulit untuk berkonsentrasi.
  • Mual hingga muntah.
  • Nafsu makan menjadi turun.
  • Sensitif denngann cahaya.
  • Cepat mengantuk.

Untuk memastikan diagnosisnya, perlu dilakukan pemeriksaan mencakup tes darah, cairan serebrospinal, dan pemeriksaan dengan CT scan.

Cervical spondylosis

merupakan osteoartritis yang terjadi di leher, terutama berkaitan dengan ligamen dan diskus (bantalan). Kondisi ini umumnya menyerang pada orang lanjut usia. Gejala-gejalanya dapat berupa:

  • Leher kaku dan terasa nyeri, terkadang ada suara retak atau “klik” pada leher.
  • Kejang pada otot leher.
  • Terasa sakit kepala.
  • Sensasi kesemutan dan kelemahan pada lengan atau kaki.
  • Gangguan keseimbangan akibat lengan, tangan, dan kaki menjadi melemah.
  • Sulit tidur dan cepat merasa kelelahan.

Cara penanganannya yaitu bisa dengan terapi fisik dan penggunaan obat anti peradangan yang dapat diresepkan oleh dokter.

Rheumatoid arthritis

merupakan peradangan kronis pada sendi kecil yang mengakibatkannya penipisan tulang dan perubahan bentuk sendi. Peradangan terjadi ketika system pada kekebalan tubuh keliru menyerang tubuh, sehingga selain menyerang persendian juga bisa menyerang kulit, mata, paru-paru, dan juga jantung.

obat asam urat tradisional dan pantangannya

Gejalanya antara lain:

  • Pada pagi hari merasakan kaku dan terasa nyeri pada persendian, bisa termasuk kaku leher.
  • Demam.
  • Persendian bengkak.
  • Kelelahan dan berat badan yang menurun.

Tangani melalui istirahat yang cukup, terutama ketika Anda merasakan sakit. Penggunaan obat anti peradangan dan penghambat kerusakan sendi harus disesuaikan melalui resep dokter. Jika diperlukan, operasi dapat dilakukan untuk memperbaiki kerusakan sendi atau otot.

Jika Anda mengalami leher kaku dan berkepanjangan, terlebih ketika disertai gejala lain, sebaiknya Anda periksakan ke dokter untuk mendapat diagnosis lengkap serta pertolongan yang dibutuhkan.

Baca juga :