Rheumapas - Sakit Pinggang Atas

Rheumapas.com – Apakah Anda pernah merasa sakit pinggang sebelah kanan? Umumnya sakit pinggang adalah gejala yang sering dikeluhkan orang dewasa atau pada lansia. Namun rasa nyeri yang bisa menimbulkan sakit pinggang kanan bisa disebabkan oleh banyak faktor mulai dari yang ringan hingga yang berat atau serius. Berikut beberapa kondisi yang menyebabkan sakit pinggang kanan, yaitu:

  1.  Penyakit ginjal

Kedua ginjal pada tubuh manusia berada dalam ruang panggul. Jika ginjal mengalami luka, trauma hingga fungsi yang abnormal pada salah satu ataupun kedua ginjal, hal inilah yang menyebabkan Anda mengalami masalah pada bagian pinggang. Jika ginjal sebelah kanan yang terkena masalah, maka Anda akan mengalami sakit pinggang pada bagian kanan, begitupun sebaliknya. Beberapa penyakit ginjal yang dapat terjadi seperti batu ginjal, infeksi, ataupun penyakit ginjal yang lainnya.

  1. Irritable bowel syndrome

Iritable bowel syndrome (IBS) merupakan penyakit gangguan dari sistem pencernaan yang mempengaruhi kinerja usus besar sehingga membuat kontraksi pada otot bagian usus besar abnormal. Penyakit ini umum terjadi, biasanya mulai dari remaja tapi mungkin baru menunjukkan gejalanya pada usia yang lebih tua namun lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria. Pemicu penyakit ini biasanya adalah kebiasaan makan, diet hingga stres. Umumnya gejala yang terjadi meliputi kembung, diare, sembelit dan nyeri di perut bagian bawah.

  1. Penyakit radang panggul

Pelvis Inflammatory Diseases atau PID disebut juga dengan penyakit radang panggul adalah peradangan yang terjadi pada sistem reproduksi dan saluran kemih wanita, termasuk juga rahim, ovarium, saluran tuba dan uretra. Pelvis merupakan penyebab umum nyeri pada sisi kanan pinggang dan perut yang terjadi pada wanita. Hal ini disebabkan karena bakteri yang ditularkan yaitu melalui hubungan seksual.  Umumnya gejala dari PID adalah mengalami keputihan yang abnormal atau bisa juga merasakan sakit saat buang air kecil.

  1. Radang usus buntu

Jika Anda mengalami sakit pada sisi kanan pinggang berlangsung hingga beberapa hari juga disertai kehilangan nafsu makan, terasa mual, muntah hingga demam, Bisa jadi mengalami radang usus buntu atau bahasa medisnya disebut dengan apendisitis.

Usus buntu adalah suatu kondisi yang sering dan bisa terjadi pada semua usia. Namun kebanyakan penyakit ini biasa terjadi pada usia 10 – 30 tahun. Pada kebanyakan kasus, nyeri yang berhubungan dengan apendisitis dimulai di bagian atas sekitar pusar, hingga menyebar ke sisi kanan bawah perut selama satu sampai dengan dua hari. Sebagian orang yang mengalami usus buntu merasakan rasa sakit di sisi kanan yang menetap dan terasa semakin parah apabila bergerak.

  1. Gangguan pada empedu

Jika kantung empedu pada seseorang mengalami peradangan atau kram biasanya dapat menyebabkan rasa sakit yang bisa menjalar sampai pada bagian pinggang sehingga menyebabkan sakit pinggang sebelah kanan. Selain itu, beberapa orang yang mengalami gangguan pada empedunya akan merasakan mual bahkan muntah ketika makan. Umumnya gangguan empedu yang sering terjadi adalah batu empedu dan kolik empedu.

  1. Penyebab lain yang tidak serius

Sakit pinggang sebelah kanan sebagian besar disebabkan masalah yang tidak serius dan akan membaik dengan sendirinya. Beberapa kebiasaan buruk bisa jdai penyebab sakit pinggang seperti posisi Anda duduk, berdiri, akibat mengangkat sesuatu, merokok, olahraga, kebiasaan makan, minum hingga stres. Selain itu indikasi dari adanya cedera, tegang otot, linu pinggul, gangguan pada tulang belakang dan masih banyak lagi juga bisa pemicu sakit pinggang kanan.

Jika Anda mengalami sakit pinggang yang tidak biasa hingga cenderung berulang, baiknya jangan menyepelekan dari gejela tersebut. Segeralah untuk berkonsultasi kepada dokter untuk melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes seperti X-ray atau MRI untuk memastikan penanganan yang lebih lanjut. Pasalnya pinggang berfungsi sebagai salah satu organ yang menunjang aktivitas tubuh, oleh sebab itu jika tidak ditangani dengan cepat bisa berakibat fatal bagi kesehatan.

Baca juga :