Rheumapas

sakit lutut pada anak kecil

4 Kemungkinan Penyebab Sakit Lutut Pada Anak Kecil

4 Kemungkinan Penyebab Sakit Lutut Pada Anak Kecil

Rheumapas.com – Nyeri sendi bukan hanya dikeluhan oleh orang dewasa saja, tapi juga anak-anak. Terutama anak yang aktif dalam bergerak, sehingga sering terjatuh atau mengalami cedera pada sendi. Namun, gejala nyeri pada sendi dan otot bisa juga bisa jadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius. Apa saja penyebab sakit lutut dan nyeri sendi pada anak dan bagaimana cara merawatnya?

Berbagai penyebab nyeri sendi pada anak

Nyeri sendi atau sakit lutut akibat kelelahan beraktivitas, umumnya akan pulih dengan cepat. Kondisi ini tidak berbahaya dan sangat umum terjadi. Namun, anak dengan masalah kesehatan tertentu merasakan gejala ini akan lebih sering dan bahkan lebih parah dari nyeri sendi biasanya. Mereka biasanya mengeluhkan nyeri pada area sekitar pahan lutut, siku, dan juga betis.

Berikut adalah beberapa  penyebab masalah nyeri sendi atau sakit lutut pada anak kecil:

  1. Juvenile idiopathic arthritis

Mungkin banyak orang yang tidak tahu jika penyakit rematik ternyata juga menyerang anak-anak di bawah usia 17 tahun. Anak dengan kondisi ini sering kali akan mengeluhkan nyeri pada tubuhnya sehingga membuatnya menjadi lemah dan tidak bergerak dengan bebas.

Peradangan terjadi pada sendi anak akan menimbulkan gejala yang beragam. Jadi, tidak semua anak mengalami gejala sama. Kemungkinan besar sendi yang meradang akan sedikit memerah, bengkak, lalu terasa sakit jika disentuh.

  1. Lupus

Lupus atau systemic lupus erythematosus merupakan gangguan autoimun yang memengaruhi hampir seluruh organ tubuh. Kondisi ini akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan infeksi tetapi malah menyerang se-sel sehat dalam tubuh.

Anak dengan kondisi ini biasanya akan merasakan tangan atau kaki yang nyeri, kaku, dan membengkak pada pagi hari. Selain itu, tubuh juga terasa lelah walaupun sudah beristirahat dengan cukup. Gejala tersebut mungkin akan hampir menyerupai gejala rematik pada anak.

  1. Lyme disease

Lyme disease merupakan infeksi bakteri Borrelia burgdorferi akibat dari gigitan kutu. Bila anak terinfeksi gigitan kutu ini, akan ada ruam melingkar dan memerah. Selain itu, anak akan mengalami demam, tubuh menjadi kelelahan, nyeri sendi atau otot serta kelumpuhan pada wajah.

  1. Leukimia

Adanya sel kanker di sumsum tulang belakang juga bisa menjadi penyebab nyeri sendi pada anak. Sel kanker yang berkembang pada sumsum bisa menyerang serta merusak produksi sel darah. Kondisi ini umumnya menyerang anak-anak, di antara penyakit kanker lainnya.

Selain nyeri pada tubuh, penyakit leukimia juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti tubuh mudah memar dan berdarah. Anak jadi mudah terinfeksi serta mengalami demam terus-menerus. Kondisi ini disertai dengan tubuh kelelahan, kesulitan bernapas, pembengkakan kelenjar getah bening, serta sakit perut.

Apa yang harus orangtua lakukan jika si kecil mengeluhkan nyeri sendi?

Keluhan nyeri terhadap sendi anak, sebaiknya tidak boleh Anda sepelekan. Anda bisa meringankan kondisi anak dengan melalui berbagai cara, misalnya:

  • Mengompres bagian yang terasa nyeri menggungakan handuk yang direndam air hangat.
  • Memijat dan membelai lembut di area yang sakit.
  • Mengajaknya berendam ataubisa juga mandi air hangat.
  • Memberinya obat pereda nyeri, seperti ibuprofen. Jangan berikan aspirin pada anak-anak karena akan berisiko menimbulkan sindrom Reye.
  • Menemani dan memberinya pelukan agar ia merasa nyaman.

Perawatan di atas dapat membantu Anda memulihkan sendi atau otot anak yang kelelahan. Jika rasa nyeri juga tidak kunjung hilang disertai gejala lain seperti ruam, pembengkakan, demam, penurunan berat badan, dan juga kelelahan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan membantu untuk menentukan diagnosis serta pengobatan yang tepat.

Baca Juga:

Tinggalkan Komentar