rematiik jantung

Penyakit Rematik Jantung

Penyakit Rematik Jantung

Penyakit rematik jantung merupakan kondisi di mana katup jantung rusak akibat karena komplikasi dari demam rematik jantung, yaitu sebuah penyakit peradangan yang akan memengaruhi berbagai organ tubuh.

Penyakit jantung reumatik perlu mendapatkan penanganan segera dan penanganannya akan disesuaikan bersama dengan kerusakan yang terjadi. Bila tidak segera ditangani, penyakit jantung reumatik akan berpotensi menimbulkan gagal jantung hingga kematian.

Gejala Penyakit Jantung Reumatik

Gejala yang muncul kepada tiap orang bisa saja berbeda, tergantung keparahan penyakit dan kerusakan yang ditimbulkan pada jantung. Kerusakan pada jantung bisa menimbulkan gejala, berupa:

  • Sesak napas, terutama ketika sedang beraktivitas atau ketika berbaring.
  • Aritmia.
  • Nyeri dada.
  • Cepat lelah.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, penyakit jantung reumatik merupakan komplikasi dari demam reumatik. Maka sebelum pasien mengalami gejala jantung rematik, terlebih dahulu pasien akan mengalami gejala demam, seperti:

  • Demam.
  • Mimisan.
  • Muntah.
  • Berkeringat.
  • Muncul rasa nyeri di perut.
  • Pembesaran kelenjar getah bening.
  • Peradangan sendi, pada bagian pergelangan kaki dan lutut.

Penyebab Penyakit Jantung Reumatik

Penyakit rematik jantung merupakan komplikasi dari demam reumatik, yang disebabkan oleh infeksi tenggorokan bakteri bernama Streptococcus tipe A. Penularan infeksi Streptococcus tipe A bisa terjadi secara langsung melalui percikan ludah atau dahak yang keluar ketika orang yang terinfeksi sedang bersin atau batuk. Selain secara langsung, penularan juga bisa terjadi melalui benda-benda yang terkontaminasi bakteri.

Diagnosis Penyakit Jantung Reumatik

Terlebih dahulu, dokter biasa akan memeriksa gejala muncul, riwayat kesehatan, dan kondisi pasien dengan menyeluruh. Setelah itu, proses diagnosis dilanjutkan dengan memastikan bahwa terdapat infeksi tenggorokan yang disebabkan karena bakteri Streptococcus tipe A.

Dalam mendeteksi bakteri, dokter akan melakukan tes darah dan tes kultur bakteri dengan cara mengambil sampel dari usap atau swab tenggorokan.

Setelah itu, proses diagnosis bisa dilanjutkan dengan melakukan serangkaian tes untuk memeriksa kondisi jantung pasien. Beberapa tes yang digunakan, yakni:

  • Foto Rontgen dada
  • Elektrokardiografi
  • Ekokardiografi
  • MRI jantung

Pengobatan Penyakit Jantung Reumatik

Penanganan penyakit jantung reumatik akan disesuaikan bersama kerusakan yang terjadi pada jantung. Dalam hal ini, pasien akan dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dokter akan menentukan metode penanganan tepat dan sesuai dengan kondisi pasien.

Penanganan penyakit jantung reumatik bisa berupa pemberian obat. Obat yang digunakan menangani penyakit jantung rematik, antara lain:

  • Antibiotik, seperti penisilin. Pemberian antibiotik bertujuan untuk memberantas bakteri Streptococcus tipe A.
  • Aspirin, obat ini diberikan bertujuan untuk meredakan peradangan.
  • Kortikosteroid, seperti prednisone. Pemberian obat dari golongan kortikosteroid ini juga bertujuan untuk meredakan peradangan.

Apabila pemberian obat juga tidak efektif atau kondisi memburuk, penanganan bisa dilakukan dengan operasi. Operasi yang dilakukan biasanyaberupa perbaikan atau penggantian katup jantung, tergantung kondisi yang di derita. Diskusikan lebih lanjut untuk operasi yang sesuai serta manfaat dan risiko dijalaninya operasi tersebut.

Komplikasi Penyakit Jantung Reumatik

Penyakit jantung reumatik yang tidak mendapatkan penanganan akan berpotensi menimbulkan komplikasi, di antaranya:

  • Gagal jantung
  • Aritmia
  • Emboli paru
  • Endokarditis
  • Edema paru

Pencegahan Penyakit Rematik Jantung

Penyakit jantung reumatik bisa dicegah dengan menghindari berbagai faktor penyebab infeksi Streptococcus yang menjadi awal mula munculnya jantung reumatik. Upaya yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Mencuci tangan ketika setelah beraktivitas.
  • Terapkan diet sehat.
  • Istirahat dengan cukup.
  • Hindari berbagi pakai barang pribadi.

Baca juga

Tinggalkan Komentar