Rheumapas

Rematik bisa Sembuh Total? Ini Penjelasannya

Rematik adalah salah satu masalah kesehatan yang menyerang sendi. Tak jarang kondisi ini mengganggu pergerakan sendi, sehingga aktivitas sehari-hari pun menjadi terhambat. Hal ini tentunya tidak boleh dibiarkan begitu saja, sebab jika tidak diobati akan semakin parah. Lantas, apakah rematik bisa sembuh total, dan bagaimana cara pengobatannya? Simak dalam ulasan berikut.

Rematik atau rheumatoid arthritis adalah jenis penyakit yang terjadi ketika sistem imun atau kekebalan tubuh keliru, sehingga Ia menyerang jaringan-jaringan sendi. Hal ini mengakibatkan sendi-sendi yang terangsang mengalami peradangan dan menimbulkan gejala, di antaranya adalah sendi menjadi bengkak akibat cairan sendi (cairan sinovial) yang menumpuk, sendi kaku setelah lama tidak digerakkan, kemerahan dan terasa panas, serta terasa sakit akibat terjadinya peradangan aktif.

Jika kondisi ini terus berkembang, maka dapat menyebabkan terjadinya kerusakan dan perubahan bentuk permanen pada sendi. Hal ini tentunya mengakibatkan pergerakan sendi Anda mulai terbatas dan fungsi sendi pun dapat hilang sepenuhnya.

Selain berdampak pada sendi, rheumatoid arthritis juga dapat menyebabkan gejala-gejala lain, seperti demam, kelelahan, nyeri otot, hingga berkurangnya nafsu makan. Kondisi ini juga dapat berkembang di luar persendian tubuh dan menyerang organ lain, seperti kulit, mata, ginjal, dan jantung.

Pilihan Pengobatan Rematik

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai upaya pengobatan rematik, mulai dari pengobatan medis hingga pengobatan pendukung seperti terapi dan perubahan gaya hidup. Berikut ini adalah beberapa obat-obatan medis yang biasa digunakan untuk mengatasi rematik, di antaranya adalah :

  • Obat NSAID, seperti ibuprofen dan naproxen yang berfungsi mengurangi nyeri dan peradangan akibat rematik.
  • Obat kortikoteroid, seperti prednisone yang berfungsi mengurangi rasa sakit dan peradangan, serta memperlambat kerusakan pada sendi.
  • Obat disease modifying antirheumatic drugs (DMARDs), seperti sulfasalazine, leflunomide, methotrexate, dan hydroxychloroquine, untuk menghambat perkembangan penyakit serta melindungi sendi dari kerusakan permanen.
  • Terapi fisik atau okupasi, dengan tujuan membantu dan menjaga sendi agar tetap fleksibel.
  • Operasi atau pembedahan. Tindakan operasi atau pembedahan, terutama apabila rematik berada pada tingkat yang sangat parah. Prosedur pembedahan untuk rematik sendiri umumnya dapat berupa synovectomy, perbaikan tendon di sekitar sendi, penggantian sendi, atau penggabungan sendi (fusi sendi).

Apakah Rematik Bisa Sembuh Total?

Sayangnya, rematik bukanlah penyakit yang dapat disembuhkan secara keseluruhan. Dalam artian, kemungkinan untuk sembuh dari penyakit autoimun ini adalah nol besar. Meski demikian Anda tidak perlu khawatir, sebab Anda masih dapat mengontrol gejala yang timbul, serta mengurangi risiko terjadinya kerusakan pada sendi sekaligus mencegah komplikasi rematik dengan menjalani pengobatan sedini mungkin. Anda dapat menggunakan obat-obatan yang dianjurkan untuk mengatasi gejala rematik, serta menjalani gaya hidup sehat dan pendukung lainnya untuk mencegah kambuhnya rematik.

Perubahan Gaya Hidup untuk Penderita Rematik

Berikut ini adalah beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi penyakit rematik. Di antaranya adalah :

  • Beraktivitas fisik, di mana aktivitas fisik sendiri dapat membantu memperkuat otot di sekitar sendi. Anda cukup melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki.
  • Istirahat cukup, di mana tidur yang cukup dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit akibat rematik.
  • Jaga pola makan, lebih baik mengonsumsi makanananyang kaya akan omega-3 serta makanan untuk penderita rematik lainnya. Dan jangan lupa untuk menghindari makanan pantangan penderita rematik.
  • Kompres dingin atau panas. Kompres dingin dapat membantu penderita rematik meredakan rasa nyeri dan pembengkakan. Sedangkan kompres panas dapat membantu merileksasi otot dan meredakan nyeri.
  • Melakukan terapi sebagai cara alami untuk mengobati rematik, bisa dengan pijat, tai chi, akupuntur, atau mengonsumsi obat herbal rematik.

Pencegahan Rematik

Rematik memang memiliki faktor risiko yang tidak dapat diubah, seperti usia, jenis kelamin, hingga riwayat keluarga. Meski demikian, pencegahan penyakit ini masih tetap dapat dilakukan dengan menghindari beberapa faktor risiko lain yang memang dapat diubah. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegah penyakit rematik atau rheumatoid arthritis, yaitu :

  • Olahraga teratur untuk mem[erkuat sendi dan otot, sekaligus meningkatkan fleksibilitas tubuh dan menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Menurunkan berat badan, terutama bagi Anda yang mengalami obesitas (kegemukan). pasalnya obesitas merupakan salah satu faktor risiko rematik. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk menurunkan atau manjaga berat badan agar tetap ideal untuk mencegah rematik.
  • Berhenti merokok, sebab merokok juga merupakan salah satu faktor risiko rematik. Namun, faktor risiko yang satu ini tentunya dapat dikendalikan. Dengan berhenti merokok dan menghindari paparan asam rokok, Anda dapat menurunkan risiko rematik dan penyakit lainnya.
  • Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, dan perbanyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, yang mana baik untuk kesehatan tulang dan sendi. Jangan lupa juga untuk menghindari dan membatasi asupan makanan yang dapat menimbulkan peradangan.

Obat Herbal Rematik

Beberapa pencegahan rematik di atas tentunya sangat mudah untuk dilakukan demi menjaga kesehatan tubuh. Selain cara yang telah disebutkan di atas, anda juga bisa mengkonsumsi obat herbal alami untuk mencegah rematik. Obat herbal Rheumapas merupakan salah satu produk unggulan yang memiliki khasiat penting untuk membantu mengatasi masalah rematik.

Produk herbal ini juga sering digunakan untuk membantu menghilangkan bengkak dan meredakan nyeri sendi. Kesehatan adalah segalanya dalam hidup ini. Oleh sebab itu, cintai diri anda dengan menerapkah pola hidup sehat.

Tinggalkan Komentar