Rheumapas

Penyebab Rematik Pada Anak dan Gejalanya

Bukan hanya bisa diderita oleh orang dewasa saja, namun anak ternyata juga berpotensi untuk terkena penyakit rematik. Kondisi nyeri sendi ini lebih dikenal dengan istilah juvenile idiophatic arthritis. Penyakit tersebut merupakan salah satu kondisi kronis yang dapat mengakibatkan peradangan di area sendi dan biasanya menyerang anak dengan usia kurang dari 16 tahun. Lalu apa saja penyebab rematik pada anak?

Pada dasarnya penyebab rematik pada anak sampai sekarang ini belum diketahui secara pasti. Namun, penyakit rematik yang terjadi pada anak ini erat kaitannya dengan penyakit autoimun yang mana sistem imun menyerang jaringan dan sel tubuh yang baik.

Penyebab Rematik Pada Anak

Bagi bunda yang anaknya mengalami penyakit autoimun bisa saja berpotensi untuk terkena penyakit rematik. Hal ini dikarenakan ketika imunitas dalam tubuh menyerang lapisan sendi pelumas, maka hal tersebut dapat menyebabkan peradangan jaringan. Akibatnya, penyakit rematik bisa diderita oleh anak.

Adapun faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya rematik pada anak adalah:

1. Jenis kelamin

Ternyata, jenis kelamin perempuan juga menjadi penyebab rematik pada anak. Hal ini karena perempuan lebih berpotensi mengalami rematik daripada laki-laki. Hal ini dikarenakan perempuan mempunyai hormon estrogen. Diketahui bahwa hormon tersebut kadang dapat mengakibatkan fluktuasi pada sistem kekebalan tubuh.

Gangguan pada sistem kekebalan tubuh dapat membuat imun tubuh menjadi salah mengenai jaringan di dalamnya yang justru dapat menyerang sistemnya. Dampak dari kesalahan ini salah satunya adalah memicu radang sendi dan menjadi penyebab rematik pada anak.

2. Genetika

Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kondisi genetik bisa menjadi penyebab rematik pada anak. Saat salah seorang anggota keluarga menderita rematik, kemungkinan besar keturunannya juga mengalami hal yang sama.

3. Obesitas

Orang dengan masalah obesitas (kelebihan berat badan) lebih rentan untuk terkena berbagai macam resiko penyakit, tidak terkecuali penyakit rematik. Perlu diketahui bahwasanya sendi seperti pinggul dan lutut berperan untuk menopang berat badan. Bagian sendi ini akan merasakan tekanan yang lebih besar saat seseorang sedang melakukan aktifitas.

Obesitas dapat menjadi penyebab rematik pada anak karena adanya tekakan berlebihan atau beban yang harus ditahan dengan sendi tersebut. Oleh sebab itu, usahakan untuk tidak memberikan asupan makanan berlebih pada anak agar berat badan si kecil pun menjadi ideal. Dengan demikian penyebab rematik pada anak akibat obesitas pun bisa terhindari.

Gejala Rematik Pada Anak

Agar penyebab rematik pada anak bisa segera terdeteksi, dalam ulasan berikut kami cantumkan beberapa gejala rematik yang patut diwaspadai.

1. Nyeri sendi

Sama hal nya dengan kondisi rematik yang dialami oleh orang dewasa, gejala yang mungkin terjadi pada anak ketika rematik menyerang adalah nyeri sendi. Anak dapat mengalami nyeri pada sendi di area tubuh tertentu misalnya lutut, pinggang dan juga pergelangan kaki. Selain merasakan nyeri, area kulit di sekitar persendian juga dapat terlihat bengkak, merah dan terasa hangat saat disentuh.

2. Demam tinggi

Penyakit lainnya memang bisa memicu anak menjadi demam, namun demam yang terjadi akibat rematik pada anak ini cenderung berlarut-larut dalam jangka panjang. Anak dapat menderita demam dengan suhu tubuh tinggi selama berminggu-minggu.

Selain mengalami demam yang tinggi dan berlarut, rematik pada anak juga ditandai dengan gejala ruam merah muda di kulit. Umumnya ruam merah ini bisa terliat di perut, dada, tangan, punggung dan kaki.

3. Nafsu makan menurun

Gejala lainnya yang mungkin terjadi akibat rematik pada anak yakni anak menjadi sangat susah tidur nyenyak hingga menjadikannya kelelahan di keesokan hari. Rasa lelah ini menjadikan nafsu makan si kecil menurun dan akhirnya berat badan pun menjadi turun.

5. Pertumbuhan terganggu

Peradangan akibat rematik bisa berpengaruh terhadap pertumbuhan pada tulang si kecil. Anak yang mengalami rematik pertumbuhan tulangnya bisa terhambat karena kondisi penyakit ini dapat mengubah bentuk tulang lempeng dan tulang rawan di area sendi yang meradang. Hal ini dapat memberikan efek samping yakni panjang lengan kaki atau tangan menjadi berbeda.

6. Pembengkakan di kelenjar getah bening

Pembengkakan pada kelenjar getah bening bagi penderita rematik dapat terjadi apabila anak mengalami jenis rematik juvenile idiophatic arthritis. Jenis rematik tersebut dapat mengakibatkan kelenjar getah bening membengkak dan meradang. Biasanya pembengkakan ini terjadi pada ketiak, rahan atau sekitar selangkangan dan paha.

Demikian ulasan seputar penyebab rematik pada anak dan juga beberapa gejala yang wajib diwaspadai. Apabila terjadi gejala rematik pada anak sebagaimana disebutkan diatas segera lakukan upaya pengobatan agar rematik segera diatasi. Salah satu caranya adalah dengan mengkonsumsi obat herbal Rheumapas yang terbuat dari ekstrak sambiloto dan temulawak yang berperan penting dalam meredakan nyeri sendi.

Tinggalkan Komentar