penyebab pilek berkepanjangan

Ini Ternyata Penyebab Pilek Berkepanjangan

Rheumapas.com – Apakah Anda sedang mengalami pilek berkepanjangan disertai dengan hidung tersumbat? Jika iya, sepertinya Anda harus lebih waspada lagi terhadap kondisi kesehatan Anda. Karena penyakit serius bisa saja berawal dari pilek atau flu.

Berbagai Macam Penyebab dari Pilek Berkepanjangan

Sebelum kita membahas pilek yang berkepanjangan, sejumlah gejala umum yang bisa terjadi ketika pilek adalah hidung tersumbat, sakit kepala, bersin-bersin, batuk, hingga munculnya rasa lelah.

Meski begitu, pilek biasanya dapat hilang pada waktu sekitar 2 minggu dengan atau tanpa pengobatan. Namun, ketika pilek Anda tidak hilang dalam waktu tersebut, hal ini bisa menandakan kondisi medis yang lain seperti, polip hidung, alergi, sinusitis, atau rhinitis non-alergi.

Berikut merupakan penjelasan lengkap mengenai penyebab pilek berkepanjangan:

1.  Polip hidung

Polip hidung adalah pertumbuhan jinak (bukan kanker) dari lapisan mukosa hidung yang berada di dalam rongga hidung. Perlu diketahui mukosa merupakan lapisan yang basah yang berfungsi untuk melindungi bagian dalam hidung dan sinus serta melembapkan udara yang dihirup.

2. Sinusitis

Pilek berkepanjangan berikutnya juga bisa dikarenakan oleh sinusitis. Sinusitis sendiri ialah peradangan jaringan dinding yang melapisi rongga sinus, yaitu ruang yang berisi udara yang terletak di hidung, pipi, rongga hidung serta di atas mata. Hal terjadi ketika terjadi saat sinus yang berisi udara berisi cairan hingga mengalami penyumbatan.

Pada akhirnya, kuman akan menyebabkan infeksi yang kemudian dikenal sebagai sinusitis. Saat Anda sedang mengalami pilek bersamaan dengan sinusitis, hal itu akan menimbulkan rasa sakit pada sekitar hidung dan mata, serta memproduksi lendir menjadi warna kekuningan.

3. Alergi

Pilek berkepanjangan yang umum biasa terjadi karena disebabkan oleh alergi. Beberapa hal yang memicu munculnya alergi antara lain: debu, serbuk sari, bulu hewan, atau tungau. Ketika alergi terjadi, maka sistem kekebalan tubuh akan bereaksi terhadap alergen.

Kondisi ini bisa terjadi karena, sel-sel pada hidung melepaskan histamin dan bahan kimia lainnya ketika bertemu dengan alergen. Dampaknya, gejala yang khas seperti keluarnya lendir pun bisa terjadi.

4. Rhinitis non-alergi

Rhinitis non-alergi atau dikenal juga dengan rhinitis vasomotor adalah peradangan yang terjadi pada hidung bagian dalam yang disebabkan karena gangguan saraf hidung hingga menyebabkan pilek yang berkepanjangan.

5. Pneumonia

Pilek berkepanjangan lainnya yang juga bisa disebabkan oleh pneumonia. Penyakit infeksi ini bisa disebabkan karena bakteri, virus dan jamur. Penyakit ini akan mudah ditularkan melalui udara. Pada umumnya, penularan bisa terjadi saat seseorang sedang bersin atau batuk.

Perlu Anda ketahui juga, penyakit pneumonia bisa semakin berisiko jika Anda memiliki kondisi-kondisi tertentu contohnya seperti:

  • Mempunyai riwayat penyakit yang kronis tertentu seperti HIV/AIDS, asma, gagal jantung, diabetes, dan cystic fibrosis.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh lemah akibat dari penyakit atau penggunaan obat tertentu contoh seperti stereoid.
  • Memiliki kebiasaan merokok. Aktivitas merokok juga dapat menyebabkan penumpukan lendir dan juga cairan di dalam paru, yang dapat menyebabkan paru-paru menjadi basah.

Baca juga

Tinggalkan Komentar