Rheumapas.com – Betis merupakan bagian belakang bawah kaki yang terdiri dari banyak otot. Ada tiga otot yang utama penyusun betis, yaitu otot medial, otot lateral, dan juga otot soleus yang menempel pada tulang tibia dan tulang fibia. Setiap gerakan  yang dilakukan seperti berdiri, berlari, atau jongkok membutuhkan koordinasi tulang dan otot-otot tersebut.

Ketika Anda merasakan sakit pada betis Anda pada saat melakukan gerakan-gerakan tersebut, kemungkinan besar ada beberapa kondisi medis yang jadi penyebabnya. Apa saja penyebab betis terasa sakit dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasannya.

Kenali rasa sakit pada betis

Rasa sakit pada betis dapat berbeda-beda pada setiap orang, biasanya meliputi rasa nyut-nyutan seperti ditusuk-tusukjarum . Beberapa gejala seperti di bawah ini bisa menandakan kondisinya lebih parah, seperti:

  • Terjadi pembengkakan pada betis
  • Rasa dingin pada betis
  • Perubahan pada warna pada betis, terlihat lebih pucat
  • Sering mengalami kesemutan atau mati rasa pada area betis
  • Tungkai dan betis terasa menjadi lemah
  • Penumpukan cairan pada betis
  • Betis berwarna kemerahan dan terasa lebih hangat

Beberapa kondisi medis yang menyebabkan betis terasa sakit

  1. Kram otot

Kram pada otot betis merupakan penyebab dari betis sakit yang paling umum terjadi. Biasanya, kondisi ini terjadi sa olahraga atau sesudah olahraga. Misalnya, ketika Anda sedang mengalami dehidrasi, kekuranatgan elekrolit pada tubuh, kurang latihan pemanasan, atau olahraga terlalu lama sehingga otot menjadi lemah.

  1. Otot tegang

Gastronecmius medial merupakan bagian otot dari betis yang paling sering menjadi terluka. Biasanya disebabkan karena adanya sobekan sebagian atau seluruhnya pada serabut otot tersebut. Gejalanyapun bisa bervariasi tapi kebanyakan orang mengalami rasa sakit dan nyeri dengan tiba-tiba pada daerah otot betis karena otot menjadi tegang. Kondisi ini terjadi akibat dari otot kelelahan karena digunakan dengan berlebihan.

  1. Plantar fasciitis

Otot plantaris merupakan otot kecil dan tipis yang berada di bagian bawah kaki. Jika otot pada betis mengalami banyak tekanan, otot plantaris bisa pecah hingga menimbulkan rasa sakit di belakang kaki yang akan menjalar hingga ke betis.

  1. Tendonitis achilles

Tendon achilles merupakan jaringan ikat yang menghubungkan otot betis dan juga tumit. Jika ada tekanan yang ekstra pada otot betis, tendon achilles juga dapat pecah. Gejalanya meliputi nyeri pada betis, bengkak, dan kesulitan untuk merentangkan kaki.

  1. Sciatica

Sciatica atau nyeri pinggul bisa terjadi karena saraf sciatif mengalami gangguan. Saraf sciatic merupakan saraf yang mengontrol otot di kaki bagian bawah pada belakang lutut. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan kesemutan di punggung bawah yang lantas bisa menjalar ke otot betis dan otot lainnya.

  1. Klaudikasio arteri

Seseorang dapat mengalami nyeri pada betis karena adanya penyempitan atau penyumbatan di ateri yang memasok aliran darah ke kaki. Kondisi ini disebut dengan klaudikasio arteri, yang bisa menyebabkan rasa sakit pada betis, paha, punggung bawah, hingga bokong.

Rasa sakit ini dapat menghilang ketika beristirahat tapi akan muncul kembali setelah beberapa menit berikutnya. Ini bisa terjadi karena arteri membutuhkan asupan oksigen pada saat sedang melakukan gerakan.

  1. Sindrom kompartemen

Sindrom kompartemen merupakan cedera pada otot betis karena adanya kelebihan darah ataupun cairan yang menumpuk sehingga kaki tidak dapat meregang dengan baik.

Hinggani menyebabkan betis sakit, bengkak, mati rasa, dan kesemutan. Biasanya ini terjadi ketika Anda mengalami cedera pada kaki saat olahraga ataupun mengalami trauma pada kaki akibat kecelakaan.

  1. Neuropati diabetik

Neuropati diabetik bisa terjadi ketika orang diabetes sedang mengalami komplikasi atau kerusakan pada saraf. Kadar gula yang terlalu tinggi dapat merusak saraf tubuh, biasanya pada bagian tangan dan kaki. Gejalanya bisa meliputi kram otot, otot lemah, kehilangan keseimbangan, mati rasa, dan tentu saja rasa nyeri parah pada bagian saraf yang terkena.

  1. Varises

Varises amwerupkan pembuluh darah yang membesar dan sering menonjol dari kaki dan mungkin terlihat seperti tali. Mereka berkembang ketika katup yang rusak di pembuluh darah seseorang memungkinkan darah mengalir kembali. Kondisi ini bisa menyebabkan kram otot dan kaki berdenyut juga disertai rasa sakit.

  1. Deep vein thrombosis (DVT)

Penggumpalan darah yang terbentuk pada salah satu vena di kaki yang menyebabkan DVT. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit yang parah, pembengkakan, dan perubahan warna kulit kaki.

Biasanya kondisi seperti ini dimiliki oleh orang dengan tekanan darah tinggi, gangguan pembekuan darah, komplikasi dari penggunaan obat jangka panjang, duduk terlalu lama, atau eriksa ke dokter jika sakit padakebiasaan merokok.

Bagaimana cara mengatasi betis sakit?

Cara Anda mengatasi rasa sakit pada otot betis tergantung dengan penyebab yang juga mendasarinya. Periksa kepada dokter jika sakit pada betis sangat mengganggu Anda dan tidak kunjung sembuh juga. Namun, beberapa langkah berikut mungkin bisa membantu Anda meringankan betis sakit, seperti:

  • Istirahatkan dulu kaki Anda dari aktivitas fisik.
  • Kompres betis menggunakan es batu selama 10-15
  • Saat tidur, berikanlah tumpuan pada kaki untuk membantu meningkatkan sirkulasi darah serta mengurangi pembengkakan.
  • Lakukan peregangan pada kaki pada saat sebelum melakukan olahraga. Ini penting dilakukan untuk menghindari cedera kaki.
  • Tingkatkan intensitas pada olahraga atau aktivitas fisik dengan bertahap, bukan secara tiba-tiba. Ini dapat berguna untuk melatih kesiapaan otot kaki melalui tekanan yang dihasilkan dari olahraga.

Baca juga