Rheumapas

penyebab kaki kaku

Penyebab kaki Kaku atau Nyeri Otot

Penyebab kaki Kaku atau Nyeri Otot

Myalgia merupakan istilah medis yang digunakan untuk menyebut nyeri otot. Meski biasanya ringan dan hanya terjadi pada satu otot tertentu, nyeri otot juga bisa terasa pada seluruh bagian tubuh dan sangat menyiksa.

Sebenarnya, nyeri otot bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan gejala dari suatu penyakit atau kondisi. Penyebabnya bisa sangat beragam, mulai dari postur tubuh atau gerakan olahraga yang tidak tepat, cedera otot, infeksi, hingga dengan efek samping obat-obatan.

Nyeri otot bisa muncul pada bagian tubuh mana pun, misalnya otot punggung, leher, lengan, paha, atau pada betis. Nyeri ini lazim dialami oleh setiap orang.

Gejala Nyeri Otot

Nyeri otot bisa digambarkan dengan rasa kaku, kram, tertarik, berat, atau lemah pada otot. Nyeri otot cenderung muncul selama atau setelah menjalani aktivitas tertentu. Misalnya, nyeri otot tangan akibat mengangkat benda berat, atau nyeri otot leher dan punggung akibat duduk dalam posisi yang salah terlalu lama.

Terkadang nyeri otot bisa melibatkan lebih dari satu otot, bahkan bisa terasa di seluruh tubuh. Pada beberapa kasus, nyeri otot juga bisa terasa sangat parah dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, bisa berminggu-minggu dan berbulan-bulan.

Pada kasus yang parah, nyeri otot cenderung tidak membaik walaupun seseorang telah beristirahat, bahkan menyebabkan kesulitan ketika melakukan aktivitas. Misalnya, nyeri otot parah pada jari tangan membuat penderita susah untuk menjentikkan jari atau membuka tutup botol.

Nyeri otot juga bisa disertai gejala lain, contohnya seperti bengkak pada area yang nyeri, demam dan menggigil, serta lemas.

Penyebab Kaki Kaku atau Nyeri Otot

Nyeri otot atau kaku sering kali disebabkan karena penggunaan otot secara berlebihan, cedera otot, serta otot yang tegang di satu atau beberapa pada bagian tubuh. Kondisi-kondisi tersebut bisa terjadi ketika:

  • Terjatuh, terbentur, atau mengalami kecelakaan.
  • Kurang pemanasan ketika sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya.
  • Melakukan gerakan secara berulang-ulang, baik dalam olahraga atau aktivitas lain.
  • Postur tubuh yang buruk, misalnya posisi duduk tidak tegak atau posisi tubuh yang salah ketika sedang mengangkat beban berat.
  • Teknik olahraga yang salah, misalnya terlalu cepat atau terlalu lama dalam melakukan ketika suatu gerakan.

Perlu diketahui, penyebab nyeri otot tidak hanya juga karena aktivitas fisik yang berlebihan, namun juga dapat terjadi akibat dari sejumlah penyakit atau kondisi, seperti:

  • Fibromyalgia, yaitu penyakit yang ditandai nyeri pada sekujur tubuh.
  • Chronic fatigue syndrome atau sindrom kelelahan kronis.
  • Penyakit autoimun, , dermatomiositisseperti lupus, dan polimiositis.
  • Penyakit tiroid, seperti hipertiroidisme dan hipotiroidisme.
  • Rheumatoid arthritis.
  • Dystonia atau kontraksi otot  tidak terkendali.
  • Infeksi bakteri, misalnya penyakit Lyme.
  • Rhabdomyolisis atau kerusakan pada otot.
  • Infeksi virus, seperti polio dan flu.
  • Gangguan elektrolit (kekurangan kalium).
  • Penyumbatan aliran darah ke tungkai akibat karena penyakit arteri perifer.
  • Efek samping dari obat-obatan kolesterol golongan statin dan obat darah tinggi golongan ACE inhibitor.

Cara Mengatasi dan Menghilangkan Nyeri Otot

Nyeri otot biasanya tidak perlu penanganan medis. Penderita cukup menerapkan beberapa cara sederhana di rumah sebagai upaya meredakan gejala, seperti:

  • Tidur yang cukup.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Mengistirahatkan bagian tubuh.
  • Memijat atau melakukan peregangan di bagian otot nyeri.
  • Mengompres otot yang sakit.
  • Menghindari mengangkat beban berat, melakukan olahraga yang berat sampai otot benar-benar pulih.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol.

Selain langkah-langkah seperti di atas, penderita juga bisa melakukan olahraga yang ringan, seperti berjalan, bersepeda,hingga berenang. Olahraga ringan bisa membantu memulihkan kekuatan otot. Meski demikian, mulailah untuk berolahraga dengan ringan dan perlahan, kemudian tingkatkan dengan bertahap.

Baca juga

 

Tinggalkan Komentar