Rheumapas.com – Jari tangan terasa kaku merupakan kondisi yang membuat jari tiba-tiba sulit digerakkan dan terkunci pada posisi tertentu, juga terasa cukup menyakitkan. Hal ini karena tendon pada jempol atau jari tangan sedang mengalami peradangan.

Tendon adalah penghubung antara tulang dan juga otot yang berbentuk jaringan penyambung keras. Ketika jari tangan Anda digerakkan, otot dan juga tendon pada bagian lengan serta tangan akan bersama-sama meluruskan atau bisa menekuk jari tangan.

Biasanya, pergerakan ini berjalan dengan lancar. Namun dengan kondisi tertentu, tendon bisa mengalami pembengkakan dan juga peradangan. Pergerakan yang dilakukan pun dapat menarik tendon yang meradang melalui selubung tendon yang terasa ‘seakan-akan’ menyempit, hingga pada akhirnya menimbulkan bunyi ‘klik’.

Gejala yang muncul merupakan pertanda jari tangan kaku bisa dimulai dari gejala yang ringan hingga yang parah. Misalnya, jari tangan terasa kaku di pagi hari, pada bagian jari yang meradang akan muncul pembengkakan, dan jari tangan akan menimbulkan bunyi ‘klik’ pada saat digerakkan.

Jari tangan kaku mungkin disebabkan karena pergerakan jari tangan atau jempol yang dipaksakan dengan berulang. Meski begitu, masih ada beberapa penyebab jari tangan kaku lainnya, seperti penyakit diabetes, pirai, dan rheumatoid arthritis.

Berikut ini merupakan penjelasan lebih lanjut penyebab munculnya jari tangan menjadi kaku yang Anda alami.

Osteoarthritis pada Bagian Tangan

Osteoarthritis atau radang sendi yang menyerang bagian tangan, akan menimbulkan rasa sakit pada tiga bagian jari tangan Anda. Misalnya, pada bagian tengah sendi jari, atau sendi paling ujung jari, serta pada pangkal ibu jari Anda.

Jika Anda sedang mengalami osteoarthritis di bagian tangan, jari tangan akan kaku, terasa sakit, bengkak bahkan akan muncul benjolan di bagian sendi jari yang kaku.

Pada kondisi tertentu, Anda juga bisa saja mendapati munculnya benjolan di bagian dasar jempol dekat pada sendi pergelangan. Benjolan ini akan terasa sangat sakit dan membuat Anda sulit dalam melakukan kegiatan sederhana, seperti membuka toples atau menulis.

Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis adalah salah satu jenis radang sendi. Namun jangan samakan dengan osteoarthritis. Rheumatoid arthritis disebabkan karena gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh yang justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Sedangkan osteoarthritis adalah kondisi yang disebabkan karena penggunaan sendi.

Gangguan peradangan kronis pada rheumatoid arthritis bisa menyerang bagian kecil sendi kaki dan tangan. Tepatnya, pada selaput yang membungkus cairan sendi atau pada membran sinovial Anda. Kondisi ini menimbulkan pembengkakan yang menyakitkan dan berubahnya bentuk sendi hingga erosi tulang.

Gejala yang muncul bisa datang dan pergi, bahkan cukup bervariasi tingkat keparahannya. Rheumatoid arthritis seiring berjalannya waktu bisa menimbulkan kerusakan dan juga pergeseran sendi.

Pirai (Penyakit Asam Urat)

Pirai adalah salah satu jenis radang sendi yang menimbulkan rasa kaku, rasa perih, hingga bengkak. Pirai yang  terjadi terlalu lama dapat merusak jaringan penyambung, seperti sendi, tendon, serta tulang.

pirai umumnya terjadi pada pria. Pirai terjadi disebabkan klarena asam urat yang terlalu banyak dalam aliran darah. Sebenarnya, tidak semua orang yang memiliki tingkat asam urat yang tinggi bisa mengalami pirai, hanya saja, ketika tingkat asam urat yang terlalu tinggi, asam urat bisa mengkristal pada sendi dan menimbulkan kerusakan.

Selain penyebab di atas, diabetes juga merupakakn salah satu penyebab jari tangan kaku. Meski begitu, belum diketahui secara jelas mengapa diabetes dapat menyebabkan jari tangan kaku. Namun diduga terjadi karena kerusakan saraf yang berisiko tinggi terjadi dengan penderita diabetes.

Jari tangan yang kaku dengan tiba-tiba mungkin bisa membuat Anda kaget dan bertanya-tanya apa yang terjadi. Pada kondisi penyakit tertentu, terlalu lama mengabaikan kondisi jari tangan yang kaku dapat menyebar ke masalah lainnya. Jika Anda mengalami jari tangan terasa kaku dan mengalami beberapa gejala seperti di atas, segeralah untuk mengonsultasikannya kepada dokter.

Baca juga