Penyakit di Balik Bisul di Ketiak

Rheumapas.com – Benjolan atau bisul pada ketiak ternyata bisa menjadi tanda adanya penyakit tertentu yang bisa saja berbahaya. Periksa kemungkinan penyebabnya dan kapan Anda harus segera memeriksakan bisul ketiak ke dokter.

Bisul pada ketiak dapat merujuk pada dua kondisi yang tidak dapat Anda abaikan. Di bawah ini merupakan dua kondisi utama yang dapat menjadi penyebab bisul pada ketiak. Kenali sejak dini untuk mengantisipasinya.

Benjolan kelenjar getah bening

Bisul pada ketiak bisa diidentifikasi sebagai pembesaran kelenjar getah bening yang mempunyai peran penting pada kekebalan sistem tubuh manusia. Kondisi ini dapat diakibatkan karena infeksi virus atau bakteri, alergi, respons terhadap vaksinasi, atau iritasi saat menggunakan alat pencukur atau deodoran, lupus, hingga pertumbuhan sel kanker seperti leukemia atau kanker payudara.

Untuk mendiagnosis dan menentub penyebab pastinya, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi tekstur hingga konsistensi bisul di ketiak. Hasil pemeriksaan fisik ini kemudian dapat menentukan apakah perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan atau tidak.

Pada umumnya, bisul di ketiak tidak perlu penanganan yang khusus dan dapat reda dengan sendirinya apabila penyebabnya sudah diatasi. Namun jika ditemukan sel kanker, maka benjolan perlu ditangani lebih lanjut dengan radioterapi, kemoterapi, atau dengan operasi.

Segera periksakan ke dokter apabila bisul di ketiak menjadi membesar, atau tidak kunjung reda, dan terasa sakit.

Hidradenitis suppurativa

Hidradenitis suppurativa merupakan kondisi jangka panjang, di mana terjadi penyumbatan dan peradangan pada folikel rambut, berupa benjolan pada bagian-bagian tubuh tertentu seperti ketiak. Hidradenitis suppurativa dapat terjadi pada satu ataupun  beberapa bagian tubuh dengan bersamaan.

Selain adanya benjolan seperti bisul yang terasa nyeri, pada hidradenitis suppurativa di ketiak juga terlihat bintik-bintik komedo hitam. Pada kondisi lanjut, dapat terbentuk garis panjang seperti terowongan pada bawah kulit yang menghubungkan bisul-bisul di sekitarnya. Terowongan tersebut sulit sekali sembuh dan bisa mengeluarkan nanah. Berat ringannya gejala berkaitan dengan tingkat stres, perubahan hormon, dan kelebihan berat badan. Penyakit ini umumnya terjadi mulai masa pubertas sampai usia 40 tahun. Pada wanita, gejalanya menjadi lebih ringan setelah menopause.

Penyebab sumbatan dan peradangan folikel rambut pada hidradenitis suppurativa masih belum dapat dipastikan, namun kondisi ini dapat dipicu beberapa hal seperti sindrom metabolik, faktor genetik, respons sistem imun yang tidak normal, masalah hormonal, kelebihan berat badan, serta gaya hidup, seperti pola makan yang tidak baik dan kebiasaan merokok.

Tidak ada obat untuk menyembuhkan hidradenitis suppurativa. Perawatan dalam jangka panjang hanya bertujuan meredakan rasa sakit, menyembuhkan luka, serta mencegah komplikasi. Dokter dapat memberikan antibiotik, retinoid, terapi hormon, obat kortikosteroid untuk menekan peradangan, obat-obatan untuk menekan sistem imun, hingga melakukan tindakan operasi. Periksakan bisul di ketiak ke dokter karena hidradenitis suppurativa dapat terlihat seperti jerawat biasa.

Perubahan pola makan dapat membantu untuk meringankan kondisi pasien hidradenitis suppurativa. Perubahan ini dilakukan dengan berhenti mengonsumsi produk olahan dari susu, tepung, dan gula yang diproses. Juga hindari konsumsi minuman beralkohol dan rokok agar hidradenitis suppurativa tidak semakin memburuk.

Dengan tidak meremehkan bisul pada ketiak juga memeriksakannya ke dokter lebih dini, kemungkinan memburuknya penyakit dan timbulnya komplikasi yang lebih berbahaya dapat dicegah

Baca juga