Penyakit Mekonium dan Risikonya

Mekonium merupakan istilah medis yang diartikan sebagai feses pertama pada bayi. Normalnya, mekonium dikeluarkan oleh bayi ketika setelah ia lahir. Namun, ada juga bayi yang mengeluarkannya ketika masih di dalam kandungan. Kondisi tersebut dapat berdampak buruk bagi bayi.

Feses pertama yang dikeluarkan bayi berbeda dengan feses bayi pada biasanya. Ingin tahu seperti apa karakteristik mekonium pada bayi? Berikut penjelasannya.

Karakteristik Mekonium

Berikut ini merupakan ciri-ciri penyakit mekonium yang perlu kamu ketahui:

  1. Mekonium tidak berbau

Feses kan biasanya identik memiliki aroma yang tidak sedap, ya? Namun, beda halnya dengan mekonium. Mekonium tidak berbau. Hal ini dikarenakan mekonium masih steril alias belum terjamah bakteri-bakteri di usus bayi. Bakteri baru mulai muncul ketika bayi mulai mendapatkan asupan ASI atau susu.

  1. Mekonium mengandung bulu-bulu halus

Komposisi mekonium terdiri dari zat-zat yang ditelan oleh bayi selama ia berada dalam rahim, seperti air, lendir, cairan ketuban, pembuangan dari empedu, dan juga sel-sel kulit. Jadi, jangan kaget ketika melihat ada rambut pada mekonium, karena rambut-rambut halus yang menutupi tubuhnya sendiri juga dapat tertelan oleh bayi.

  1. Mekonium berwarna hitam kehijauan

Mekonium berwarna hijau tua atau bisa juga hitam kehijauan, serta memiliki tekstur yang kental dan juga lengket menyerupai tar.

  1. Mekonium akan dikeluarkan bayi dalam waktu 24 jam

Kemungkinan besar, bayimu akan mengeluarkan mekonium untuk pertama kali dalam waktu 24 jam sejak dari kelahirannya. Pada beberapa keadaan, mekonium bisa tidak keluar dalam 24 jam pertama usia bayi. Hal ini bisa disebabkan karena gangguan usus, feses tersumbat, atau kelainan pada saluran cerna, misalnya atresia ani.

Bahaya Menghirup Mekonium di Dalam Kandungan

Meski seharusnya mekonium dikeluarkan dalam 24 jam pertama ketika setelah bayi lahir, bisa saja bayi mengeluarkan mekonium ketika masih dalam kandungan. Penyebabnya beragam, dan salah satunya ialah janin mengalami stres.

Mekonium yang keluar dalam rahim bisa bercampur dengan air ketuban. Ini sangat berbahaya, karena mekonium bisa saja terhirup oleh bayi, baik sebelum, selama, atau setelah persalinan. Kondisi ini disebut dengan  sindrom aspirasi mekonium.

Masuknya mekonium ke paru-paru bayi dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti peradangan dan juga infeksi pada paru-paru, selain juga bisa membuat paru-paru bayi mengembang dengan berlebihan.

Untuk mencegah bayi mengeluarkan feses pertamanya di dalam kandungan, jagalah agar janinmu tidak mengalami stres. Selain itu, rutinlah untuk memeriksakan janinmu ke dokter kandungan agar tanda-tanda sindrom aspirasi mekonium bisa segera terdeteksi.

Baca juga