Rheumapas

pengobatan thalasemia

Pengobatan Thalasemia

Pengobatan Thalasemia

Pengobatan thalasemia ditentukan berdasarkan dari tipe dan tingkat keparahan thalasemia. Penderita thalasemia minor pada biasanya tidak membutuhkan penanganan yang khusus. Sedangkan para penderita thalasemia mayor membutuhkan penanganan yang berupa:

Transfusi Darah Secara Berulang

Penderita thalasemia mayor perlu transfusi darah setiap beberapa minggu. Sebelum transfusi darah dilakukan, penderita dan darah pendonor akan dicocokkan dahulu untuk menghindari reaksi yang tidak diinginkan.

Meskipun diperlukan, transfusi darah yang dilakukan berulang kali bisa menyebabkan penumpukan zat besi dalam tubuh. Kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi yang berupa penyakit liver atau penyakit jantung.

Untuk mencegahnya, penderita perlu mendapatkan terapi kelasi. Obat yang diberikan didalam terapi ini bisa dalam bentuk tablet maupun suntik, yang berfungsi untuk menarik zat besi dari dalam tubuh. Contoh obatnya ialah deferipronedeferasirox, dan juga deferoxamine. Terapi kelasi akan dimulai satu atau dua tahun ketika setelah penderita menjalani transfusi darah rutin.

Transplantasi Sumsum Tulang

Prosedur ini dilakukan untuk mengganti sumsum tulang yang terkena thalasemia. Sumsum tulang yang akan ditransplantasikan diambil dari pendonor sehat dan cocok dengan penderita, agar sumsum tulang ini bisa menghasilkan sel darah yang normal.

Sayangnya, risiko prosedur ini cukup serius, yaitu penolakan tubuh penderita pada sumsum tulang donor. Itulah sebabnya manfaat dan risiko pengobatan thalasemia dengan transplantasi sumsum tulang sangat perlu didiskusikan secara mendalam dengan dokter. Prosedur ini biasanya hanya akan dianjurkan pada thalasemia yang sudah parah.

Operasi Pengangkatan Limpa

Prosedur operasi pengangkatan limpa dilakukan jika organ limpa sudah sangat membesar, karena pembesaran organ limpa (splenomegali) dapat memperparah anemia yang dialami penderita.

Namun sebelum operasi, penderita akan diminta melakukan vaksinasi, seperti vaksinasi untuk penyakit hepatitis B, pneumonia, dan juga meningitis. Hal ini dilakukan karena penderita akan lebih berisiko mengalami infeksi setelah organ limpanya diangkat.

Menerapkan Pola Hidup Sehat

Penderita thalasemia perlu untuk menjalani pola hidup sehat, dan dianjurkan untuk mengonsumsi makanan rendah lemak seperti sayuran, dan buah-buahan. Penderita sebaiknya membatasi juga makanan yang mengandung zat besi, seperti daging sapi dan ati ayam.

Olahraga secara rutin juga penting dilakukan. Namun, sebaiknya konsultasikan dahulu ke dokter mengenai jenis olahraga yang aman serta intensitasnya.

Untuk melindungi diri dari infeksi, penderita dianjurkan agar rajin mencuci tangan dan membatasi interaksi dengan orang sakit. Perlindungan ini dibutuhkan terutama bagi penderita yang sudah menjalani operasi pengangkatan limpa.

Baca juga

 

Tinggalkan Komentar