rematik saat hamil

Pengaruh Rematik Saat Hamil

Pengaruh Rematik Saat Hamil

Rheumapas.com – Jika Anda memiliki rematik saat hamil, maka Anda perlu waspada. Pasalnya, penyakit rematik sering menyerang wanita ketika masa suburnya, bahkan sejak proses pembuahan dan gejalanya bisa berlangsung hingga kehamilan dan persalinan. Simak penjelasan lengkap seputar rematik dan kehamilan berikut ini.

Bagaimana pengaruh rematik terhadap kehamilan?

Penyakit rematik terjadi ketika sistem kekebalan tubuh terlalu aktif dan keliru menyerang jaringan ataupun organ tubuh yang sehat. Saat Anda hamil, sistem kekebalan tubuh Anda akan menurun karena perubahan hormon yang cukup drastis sehingga Anda rentan untuk mengalami gejala-gejala rematik.

Mulai trimester pertama, wanita hamil yang mengalami rematik biasanya akan merasakan gejala kelelahan dan efek peradangan menjadi lebih aktif. Bila gejala rematik ini terus aktif, maka ada kemungkinan besar gejala ini akan terus bertambah hingga dengan memasuki trimester kedua.

Risiko lain yang mungkin muncul jika rematik saat hamil

Wanita dengan rematik memiliki berbagai masalah pada kehamilan yang dimulai sejak pembuahan, kehamilan, bahkan hingga kelahiran dan juga menyusui. Selain gejala rematik bertambah parah seperti diatas, inilah empat risiko lain yang mungkin saja terjadi.

1. Preeklampsia

Wanita yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh yang lebih berisiko mengalami preeklampsia. Bila preeklampsia sudah mencapai komplikasi, ibu hamil akan mengalami kejang, masalah terjadi pada ginjal, hingga yang paling parah bisa menyebabkan kematian pada ibu dan atau anak.

2. Bayi lahir prematur

Wanita hamil yang mengalami rematik memilik kemungkinan i risiko kelahiran prematur yang lebih tinggi. Dalam sebuah penelitian pada tahun 2013, para periset dari Stanford University telah menemukan sebanyak 28 persen wanita  melahirkan ketika kehamilannya terlalu dini (kurang dari 37 minggu). Sementara itu, studi sebelumnya pada tahun 2011 juga mencatat bahwa wanita dengan rematik memiliki risiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi prematur.

3. Melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR)

Data National Health Insurance Research Dataset telah menunjukkan bahwa salah satu masalah kesehatan yang mungkin dialami wanita yang sedang mengalami rematik saat hamil ialah melahirkan bayi memiliki berat badan kurang. Teori ini diperkuat dengan adanya sebuah penelitian di tahun 2009 yang menunjukkan bahwa wanita yang mengalami lebih banyak gejala rematik selama kehamilan lebih cenderung memiliki anak yang memiliki berat lahir rendah.

4. Komplikasi kehamilan

Beberapa obat rematik dinilai bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Contohnya adalah disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs) yang apabila dikonsumsi bisa  menjadi racun bagi janin. Oleh sebab itu, Anda wajib  untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat yang tepat guna untuk mengatasi rematik saat hamil.

Baca Juga:

Tinggalkan Komentar