Rheumapas

Pastikan Anda Tidak Melanggar Pantangan Rematik Tulang

Pantangan rematik tulang tentunya perlu mendapat perhatian khusus bagi para penderita rematik. Pasalnya, banyak orang mengira bahwa rematik dan  rematik tulang adalah dua penyakit yang berbeda. Padahal sebenarnya, rematik yang sangat akut disebut dengan rematik tulang.  Rheumatoid arthritis adalah istilah dari rematik tulang, yang sebenarnya adalah ‘tahap lanjutan’ rematik yang tidak mendapat penanganan.

Mereka yang menderita rematik akut ternyata tidak hanya mengalami nyeri pada persendian. Nyeri pada bagian lain dalam tubuh juga terjadi, antara lain kulit, mata, paru-paru, hati, ginjal, kelenjar ludah, jaringan tubuh,  dan urat nadi.

Pantangan Rematik Tulang Perlu Dilakukan Sejak Nyeri Sendi Menyerang

Beberapa orang mengkonsumsi  obat untuk rematik yang banyak dijual di pasaran. Obat ini menjadi obat yang sangat umum dikonsumsi oleh mereka yang mengalami nyeri sendi. Memang, beberapa penderita nyeri sendi dapat sembuh dengan cepat setelah mengkonsumsi obat ini.  Namun, tidak berarti obat ini menjadi rekomendasi terbaik untuk menyembuhkan rematik hingga tuntas.

Rematik tulang yang dibiarkan dapat meningkatkan resiko:

  • Osteoporosis, yaitu kondisi tulang lemah yang berpotensi patah tulang.
  • Tonjolan jaringan pada siku dan beberapa sendi.
  • Mata dan mulut kering. Orang yang menderita rheumatoid arthritis lebih mungkin mengalami sindrom Sjogren, kelainan yang menurunkan jumlah kelembapan mata dan mulut.
  • Infeksi
  • Indeks massa  tubuh (BMI) yang tinggi
  • Resiko radang paru-paru

Pantangan rematik tulang cukup sederhana.  Faktor penyebabnya perlu diketahui terlebih dahulu. Faktor-faktor tersebut adalah:  

  • Usia

Rematik tulang dapat terjadi pada siapa saja, meskipun mereka yang berusia di atas 50 tahun lebih rentan terserang penyakit ini.

  • Keturunan

Faktor keturunan dapat mengakibatkan seseorang mengalami rematik tulang, meskipun hal ini masih dapat dihindari. Hanya saja, perlu kewaspadaan tinggi bagi mereka yang memiliki orang tua atau kerabat yang sebelumnya memiliki penyakit ini.

  • Merokok

Bagi para perokok, mereka sering membantah ada keterkaitan antara rematik tulang dengan kebiasaan merokok. Kemungkinan ini lebih besar apabila penderita juga memiliki faktor genetik rematik.

  • Lingkungan

Lingkungan kerja atau tempat tinggal, dimana seseorang sering terpapar oleh bahan bangunan juga mempengaruhi. Bahan asbes dan silika adalah pemicunya.

  • Obesitas

Obesitas, terutama pada wanita, dapat meningkatkan kemungkinan dalam mengidap rematik tulang.

Pantangan rematik tulang adalah makanan dengan kadar pemanis buatan yang tinggi, makanan yang mengandung gluten, karbohidrat berlebihan, dan makanan gorengan. Sayangnya, masyarakat Indonesia sangat akrab dengan semua  jenis makanan tersebut diatas.

Mengurangi Kemungkinan Paparan Rematik Tulang

Satu-satunya jalan untuk mencegah rematik tulang adalah dengan menghindari konsumsi makanan tersebut diatas sebagai pantangan rematik tulang. Memang, tidak mudah untuk melakukannya. Kesibukan manusia modern membuat mereka abai dengan  kesehatan. Parahnya, anak-anak pun rentan dengan penyakit ini karena mayoritas makanan kemasan mereka juga mangandung gluten, gula buatan dan karbohidrat tinggi.

Sesulit apapun cara untuk menghindari makanan instan dan olahan, tentu harus  diupayakan. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Mereka  yang merasa tidak memiliki potensi genetik biasanya abai dengan metode pencegahan ini. Padahal, rematik tulang dapat terjadi pada siapa saja.

Pencegahan yang terbaik adalah dengan mengatur pola makan sebagai pantangan rematik tulang. Sayuran dan buah-buahan selalu menjadi sumber makanan terbaik. Tidak ada salahnya mengkonsumsi  makanan  manis, asalkan bahan bakunya terpercaya. Saat ini,  banyak makanan ringan yang juga dibuat dengan bahan baku sehat, seperti tepung bumbu dengan kandungan gluten-free, atau sirup tanpa pemanis buatan, dan banyak lagi.

Olahraga tentu menjadi syarat utama selain pola makan sehat. Olahraga dapat melemaskan sendi, sehingga penumpukan lemak tidak terjadi. Selain penumpukan pada sendi, olahraga dapat memperlancar aliran darah, serta mempercepat proses pembakaran lemak dalam darah.

Pengobatan Medis Atau Herbal?

Pertimbangan untuk menjalani perawatan medis memang perlu selain disiplin pantangan rematik tulang. Terlebih jika penderita rematik mengalami rematik akut.  Mereka yang menderita rematik akut berpotensi untuk menjalani operasi bedah pada persendian. Sebenarnya, pengobatan medis banyak dihindari karena resiko yang menyertainya. Hal ini terutama untuk para lansia.

Rheumapas Sebagai Alternatif Terbaik

Rheumapas menjadi pilihanbagi mereka yang lebih menyukai penanganan non medis untuk rematik tulang yang mereka derita.Mereka telah melakukan langkah paling tepat. Apa alasannya?Ramuan alami Rheumapas menjadi alasan utama dari para penderita  rematik, baik rematik akut maupun rematik tulang,  bahkan juga asam urat.

Mereka memilih untuk disiplin dengan pantangan rematik tulang, sekaligus mengkonsumsi Rheumapas sesuai dosis yang dianjurkan.  Dengan mengkonsumsi Rheumapas yang mengandung ekstrak temulawak dan sambiloto, mereka tidak perlu khawatir akan efek samping, serta bebas dari bahan kimia yang dapat mengurangi kinerja liver dan ginjal.

Tinggalkan Komentar