Radang sendi merupakan kondisi terjadinya peradangan dalam beberapa sendi, perlu pengobatan dengan obat nyeri radang sendi herbal terbaik RHEUMAPAS.

Radang sendi atau biasa disebut dengan artritis merupakan suatu kondisi dimana terjadinya peradangan (inflamasi) dalam satu atau beberapa sendi. Gejala yang dirasakan penderita adalah berupa nyeri, bengkak, kemerahan, atau sensasi hangat pada sendi. Radang sendi juga dapat menyebabkan persendian menjadi kaku dan sulit untuk digerakkan.

Risiko terkena radang sendi biasanya dengan meningkat seiring pertambahan usia. Selain dari itu, obesitas, jenis kelamin, hingga riwayat kesehatan keluarga juga dapat turut berpengaruh. Terlebih lagi jika mempunyai riwayat cedera pada sendi, maka rasa sakit di sekitar sendi tersebut dapat kambuh pada kemudian hari.

Gejala Radang Sendi

Gejala radang sendi pada umumnya seperti :

  1. Nyeri dan terasa kaku pada sendi.
  2. Gerakan sendi menjadi terbatas.
  3. Kulit pada sendi berubah kemerahan dan terasa hangat.
  4. Otot pada sekitar sendi mengecil dan kekuatannyapun menurun.

Ada beberapa jenis radang sendi, di antaranya yaitu:

  • Artritis karena kondisi degeneratif (degenerative arthritis)

Osteoarthritis adalah  jenis yang paling sering terjadi. DImana kondisi ini dapat terjadi ketika tulang rawan sendi mulai menipis seiring dengan usia, sehingga tulang dapat bergesekan langsung dengan tulang  yang lain sehingga menyebabkan rasa sakit serta terhambatnya gerakan. Osteoarthritis pada umumnya diderita oleh orang yang berusia 50 tahun ke atas, dan biasanya menyerang sendi bagian tangan, lutut, pinggul, ataupun tulang belakang.

Salah satu osteoarthritis yang menyerang tulang belakang pada daerah leher adalah spondilosis servikal. Kondisi ini menyebabkan gejala nyeri dan kaku pada leher.

  • Artritis karena reaksi peradangan (inflammatory arthritis)

Sistem kekebalan tubuh pada umumnya melindungi tubuh dengan menimbulkan reaksi peradangan bertujuan untuk menghilangkan infeksi dan mencegah penyakit. Namun sistem kekebalan tubuh juga dapat salah dan menyerang sendi dengan mengakibatkan reaksi peradangan yang tidak dapat terkontrol (reaksi autoimun). Keadaan ini dapat mengakibatkan erosi pada sendi dan hingga dapat menyerang organ lain juga.

Inflammatory Arthritis

Beberapa contoh inflammatory arthritis adalah:

    • Rheumatoid arthritis Rheumatoid arthritis dapat terjadi ketika membran sinovial (lapisan yang pembungkus sendi) mengalami peradangan hingga bengkak akibat serangan dari sistem kekebalan tubuh kita sendiri.
    • Psoriatic arthritisMerupakan jenis radang sendi yang pada biasanya muncul pada penderita penyakit psoriasis.
    • Enteropathic arthritisPenyakit ini pada umumnya dirasakan pada sendi tungkai dan tulang belakang. Enteropathic arthritis adalah komplikasi dari penyakit kolitis ulseratif dan juga Crohn’s Disease.
    • Reactive arthritisReactive arthritis yang dulu disebut dengan Reiter syndrome adalah kondisi autoimun yang timbul akibat respon tubuh terhadap infeksi sehingga dapat menimbulkan peradangan pada sendi.
  • Artritis karena infeksi (infectious arthritisVirus, bakteri dan juga jamur di dalam darah langsung masuk serta menyerang ke dalam sendi sehingga menimbulkan reaksi peradangan. Berbeda lagi dengan reactive arthritis, dimana reaksi peradangan dalam sendi diakibatkan oleh infeksi di tempat lain. Radang sendi dengan nama lain septic arthritis ini berisiko pada orang-orang sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada penyakit kanker dan juga diabetes.
  • Artritis karena gangguan metabolik (metabolic arthritis)Penyakit asam urat adalah metabolic arthritis. Kondisi yang pada umumnya menyerang bagian sendi pada jempol kaki ini disebabkan karena penumpukan kristal asam urat di dalam sendi. Selain sakit, sendi yang terkena asam urat juga bisa memerah dan membengkak. Kondisi ini lebih berisiko dapat menyerang pria.

Diagnosis Radang Sendi

Untuk memastikan kondisi ini, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu, antara lain yaitu mengamati adanya pembengkakan dan melihat kemampuan pada pasien dalam menggerakkan sendi. Jika pasien yang dicurigai menderita radang sendi, maka dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, misalnya pemeriksaan darah, cairan sendi, dan urine di laboratorium, untuk menguatkan diagnosis.

Pemeriksaan radang sendi dilakukan akan bervariasi tergantung dari pada jenis kondisi yang dicurigai. Selain pemeriksaanpada laboratorium, diagnosis radang sendi juga bisa dilakukan menggunakan dengan menggunakan metode pemindaian, contohnya dengan USG, foto Rontgen, CT scan, atau MRI.

Obat Untuk Nyeri Radang Sendi

Pengobatan radang sendi yang biasa diberikan dokter bergantung  dari pada jenis dan tingkat keparahannya. Selain itu untuk memperingankan gejala, pengobatan radang sendi juga bertujuan sebagai peningkat  fungsi pada sendi-sendi.

Konsultasi Via Whatsapp

 Order Via Shopee

 Order Via Tokopedia