Perbedaan Nyeri Pinggang Biasa dan Nyeri Pinggang  Saraf Kejepit

Rheumapas.com  – Nyeri pinggang adalah keluhan yang umum dirasakan oleh segala usia, dari remaja hingga lanjut usia. Biasanya, nyeri pinggang akan muncul setelah Anda mengangkat barang berat atau terlalu lama duduk. Namun ternyata, tidak semua nyeri pinggang muncul disebabkan oleh pegal-pegal dan bisa hilang dengan sendirinya. Jika nyeri pinggang berlangsung lama, mungkin ini tandanya Anda mengalami nyari pinggang saraf kejepit. Apa bedanya gejala nyeri pinggang karena pegal dan saraf kejepit pinggang.

Cara Membedakan Gejalanya

Nyeri pinggang disebabkan karena pegal-pegal

Gejalanya dimulai dengan rasa sakit pada bagian punggung bawah, dari bawah tulang rusuk hingga pada area pinggang. Pada awalnya pinggang hanya akan terasa pegal, namun lama kelamaan sakitnya terasa hingga menusuk sehingga sulit untuk bergerak atau berdiri tegak. Nyeri pinggang ini biasa terjadi karena adanya otot yang menegang sehabis melakukan perkerjaan berat.

Nyeri pinggang karena pegal dapat membaik dengan sendirinya. Namun, jika Anda tidak kunjung memulih dalam 72 jam, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter karena dikhawatirkan menjadi kondisi yang serius lainnya.

Nyeri pinggang disebabkan oleh saraf kejepit

Muncul beberapa gejala berikut:

  • Rasa sakit dan terasa mati rasa, paling sering terjadi pada satu sisi tubuh
  • Rasa sakit yang meluas hingga ke lengan atau tungkai Anda
  • Rasa sakit yang memburuk pada malam hari atau dengan gerakan tertentu
  • Rasa sakit yang memburuk ketika berdiri atau duduk
  • Rasa sakit ketika berjalan barang sebentar saja
  • Kelemahan otot yang berlebih
  • Kesemutan, sakit, ataupun sensasi terbakar pada daerah yang terkena
  • Rasa sakit terjadi yang berkepanjangan dan tidak bisa sembuh dengan sendirinya

Dalam bahasa medis, saraf kejepit dikenal dengan hernia nucleus pulposus (HNP). Saraf yang terjepit diakibatkan karena gangguan saraf yang mengakibatkan menonjolnya lapisan/bantalan permukaan ruas tulang belakang dari ruang antar ruas tulang.

Tonjolan tersebut bisa menekan saraf  dan menyebabkan nyeri yang luar biasa hebat. Anda bisa mengalami kondisi ini di bagian bagian tulang belakang Anda, dari leher hingga ke punggung bawah. Seperti halnya nyeri punggung bagian bawah, 90% kasus saraf kejepit terjadi di daerah punggung bawah atau disebut HNP lumbalis.

Cara mengurangi risiko saraf kejepit

Meminimalkan risiko jika terjadinya saraf kejepit bisa dilakukan dengan cara, berikut di antaranya:

  • Pertahankan berat badan yang sehat, jangan terlalu gemuk jangan juga terlalu kurus.
  • Jika Anda mau mengangkat sesuatu yang berat, maka gunakankanlah teknik yang aman. Tekuk lutut terlebih dahulu baru kemudian angkat barang. Jangan langsung mengangkatnya dengan posisi membungkuk karena akan meningkatkan risiko saraf kejepit.
  • Lakukan peregangan jika Anda sudah duduk terlalu lama.
  • Lakukan latihan untuk menguatkan otot pada punggung, kaki, dan perut.

Baca juga