Rheumapas.com – Asam urat merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang masyarakat di Indonesia. Sayangnya, banyak mitos yang menyertai penyakit asam urat ini. Keberadaan mitos ini membuat pencegahan atau penanganan penyakit ini menjadi tidak maksimal. Sebenarnya, apa saja mitos tentang asam urat yang sebaiknya tidak kita percaya lagi?

Berikut ini merupakan beberapa mitos asam urat yang tersebar dan banyak dipercaya oleh masyarakat :

1.  Asam urat hanya menyerang orang yang obesitas

Banyak orang yang percaya jika asam urat hanya akan menyerang mereka yang memiliki masalah obesitas atau berat badan yang berlebihan. Padahal, pada realitanya siapa saja bisa untuk terkena asam urat, termasuk juga yang memiliki berat badan ideal. Hanya saja, mereka yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih besar.

2.  Asam urat hanya menyerang kepada pria

Herbert Baraf, MD yang berasal dari George Washington University Medical Center, menyebut pria memang lebih rentan untuk terkena asam urat. Bahkan, risikonya bisa mencapai pada 10 kali lipat jika dibandingkan wanita. Akan tetapi, bukan berarti wanita tidak akan mengalaminya. Mereka juga tetap bisa terkena asam urat jika menerapkan gaya hidup yang tidak sehat ataupun sudah berusia lebih dari 60 tahun.

3.  Asam urat hanya menyerang jempol kaki

Banyak orang yang berpikir bahwa jika serangan asam urat hanya muncul di antara persendian jempol kaki. Padahal, hampir semua persendian rentan untuk mengalami masalah kesehatan ini. Memang, seringkali penyakit ini akan menyerang pada persendian tangan ataupun kaki. Bahkan, jika tidak kunjung diobati, penumpukan kristal yang runcing ini dapat memicu kerusakan secara permanen pada persendian tersebut.

4.  Asam urat tidak akan memicu kematian

Pakar kesehatan Robert Keenan, MD dari Duke University menyebutkan asam urat memang tidak akan memicu kematian secara langsung. Akan tetapi, jika kondisi ini tidak ditangani dengan cepat dan baik akanmenjadi semakin parah, bisa jadi akan muncul komplikasi yang tentu membahayakan kondisi kesehatan dan nyawa penderita.

Sebagai contoh, pakar kesehatan menyebutkan risiko terkena serangan jantung dan stroke pada penderita asam urat cenderung akan meningkat dengan signifikan. Bahkan, penderita asam urat juga lebih rentan mengalami resistensi insulin. Jika penderita diabetes juga sedang menderita asam urat hingga mengalami benjolan pada persendian, maka benjolan ini dapat memicu infeksi yang berbahaya.

Mengatasi Penyakit Asam Urat dengan Rheumapas

obat asam urat di apotik dan harganya

5.  Tidak ada obat untuk menghilangkan asam urat

Memang, asam urat tidak bisa diobati, namun juga bukan berarti tidak ada obat yang dapat dikonsumsi untuk menghentikan perkembangannya. Selain itu, ada obat yang mampu mengatasi rasa nyeri dan peradangan yang disebabkan oleh serangan asam urat. Karena alasan inilah penderita asam urat sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan obat-obatan yang tepat.

6.  Perubahan pada gaya hidup tidak mampu untuk mencegah asam urat

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa perubahan gaya hidup sangatlah penting dilakukan untuk penderita asam urat demi untuk mencegah serangan dari penyakit ini. Sebagai contoh, dengan menghindari makanan yang tinggi dengan purin atau minuman beralkohol, maka penderitanya juga tidak akan mudah terkena peradangan pada persendian yang dapat menyiksa.

Baca juga