Rheumapas

Mengenal Gejala dan Terapi Rematik Artritis

Rheumatoid arthritis merupakan peradangan sendi kronis dan bisa mengakibatkan rasa sakit serta bengkak pada area sendi. Kondisi ini rentan terjadi di area sendi tangan dan kaki, sehingga dapat mengganggu aktifitas keseharian. Rematik artritis termasuk jenis penyakit autoimun sebab diakibatkan oleh sistem imun tubuh yang menyerang beberapa jaringan dalam tubuh. Untuk mengatasi kondisi ini dibutuhkan terapi rematik artritis agar bengkak dan nyeri menghilang.

Riset menunjukkan bahwa kondisi rematik artritis lebih banyak diderita oleh wanita yang usianya lebih dari 40 tahun. Data ini dikatakan lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan penderita rematik laki-laki.

Gejala Penyakit Rematik Artritis

Gejala rematik artritis umumnya muncul di bagian sendi pergelangan tangan, jari-jari tangan, pergelangan kaki, siku dan pundak. Sendi-sendi tersebut dapat mengalami peradangan yang biasanya ditandai dengan bengkak, kemerahan, serta nyeri di area sendi yang terserang.

Disamping itu, penderita rematik juga mengalami kekakuan sendi terutama pada pagi hari. Bagi sebagain orang, gejala sendi kaku ketika bangun tidur pada pagi hari ini memang sangat wajar terjadi.

Namun, bagi penderita rematik artritis, kekakuan sendi yang dirasakan dapat berlangsung lama sekitar 1 jam. Hal ini juga dapat memicu penderita menjadi mudah merasa lelah, badan meriang atau demam, dan juga merasa malas untuk beraktifitas.

Selain menyerang area sendi, gejala penyakit rematik artritis juga bisa menyerang :

  • Paru dan pleura (selaput pembungkus paru), ditandai dengan adanya keluhan nyeri serta kesulitan dalam bernafas.
  • Pericardium (selaput pembungkus jantung), ditandai dengan adanya keluhan lemas dan sesak karena tekanan darah yang menurun
  • Sklera (lapisan putih mata), menyebabkan mata nyeri, merah dan tajam penglihatan menjadi berkurang.

Bagaimana Cara Mengobati Rematik Artritis?

Sampai sekarang ini, masih belum tersedia obat untuk menyembuhkan penyakit rematik artritis. Pengobatan yang diupayakan hanya bertujuan untuk menurunkan gejala radang sendi, memperlambat dan mencegah kerusakan sendi serta menurunkan tingkat disabilitas yang terjadi akibat kekakuan sendi.

Berikut ini beberapa contoh pengobatan yang biasanya dilakukan untuk mengatasi rematik artritis.

1. Mengkonsumsi obat pereda sakit

Obat pereda sakit yang dimaksud antara lain kodein, parasetamol, dan OAINS (obat antiinflamasi non steroid. Meskipun tidak dapat mencegah perkembangan rematik, namun obat pereda sakit ini dapat menurunkan rasa nyeri serta peradangan sendi yang terjadi. Jenis obat antiinflamasi non steroid yang biasanya digunakan yakni ibuprofen, naproxen dan diclofenac.

2. Mengkonsumsi obat steroid

Obat steroid atau masuk dalam golongan kortikosteroid dapat dikonsumsi untuk mengurangi rasa nyeri. Namun jenis obat ini tidak dapat dikonsumsi dalam jangka panjang karena dapat menyebabkan efek samping serius. Antara lain kulit menjadi lebih tipis, memas, bertambahnya berat badan, lemah otot dan beresiko lebih besar terkena osteoporosis.

3. Terapi rematik artritis biologis

Terapi rematik artritis ini merupakan perawatan yang dilakukan sebagai upaya untuk menghentinkan sistem imun yang menyerang persendian. Terapi biologis ini dilakukan dengan cara menyuntikkan protein dari genetika manusia. Adapun efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh terapi rematik artritis biologis ini adalah mual, demam, sakit kepala, infeksi, dan reaksi kulit di titik penyuntikan.

4. Mengkonsumsi obat anti rematik modifikasi penyakit  (DMARDs)

Upaya ini merupakan perawatan pada tahap awal yang ditujukan untuk meredakan sekaligus menghambat gejala rematik, serta mencegah resiko kerusakan permanen bagi sendi ataupun jaringan tubuh yang lain. Obat DMARDS yang umumnya digunakan seperti methotrexate, hydroxychloroquine, sulfasalazine, serta leflunomide.

5. Terapi rematik artritis fisik

Tujuan dari terapi rematik artritis ini adalah untuk menjadikan persendian lebih fleksibel dan membantu meningkatkan kebugaran tubuh serta kekuatan otot. Terapi rematik artritis fisik yang banyak dilakukan antara lain terapi rematik artritis okupasi, fisioterapi dan juga podiatry.

6. Operasi

Apabila berbagai pengobatan sudah diupayakan namun belum juga mendapatkan hasil yang maksimal untuk mencegah kerusakan sendi, maka operasi mungkin harus dilakukan. Tindakan ini memiliki tujuan untuk memberbaiki kerusakan sendi, kelainan bentuk, mengendalikan kemampuan untuk menggunakan sendi serya membantu meredakan nyeri.

Adapun jenis operasi yang bisa dilakukan yakni penggantian sendi total, perbaikan tendon, sinovektomi, operasi penggabungan sendi dan artroskopi.

Pengidap rematik artritis disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat supaya pengobatan yang diupayakan memberikan hasil maksimal. Caranya adalah dengan meminum obat resep dokter secara rutin, melakukan terapi rematik artritis secara rutin dan juga memperhatikan asupan nutrisi. Bagi penderita rematik artritis disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan dengan kandungan serat dan antioksidan yang tinggi.

Selain gaya hidup sehat dan terapi rematik artritis, penderita rematik juga bisa mengkonsumsi obat herbal Rheumapas untuk membantu mengatasi nyeri. Produk herbal ini diproduksi PT Tiga Puspa yang secara tradisional mampu membantu menurunkan nyeri di area sendi. Kandungan zat aktif dalam Rheumapas terdiri atas ekstrak  sambiloto (Andrographidis paniculata Herba) dan juga temulawak (Curcuma xanthoriza RhizomaI).

Tinggalkan Komentar