Rheumapas

Makanan dan Aktifitas Pantangan Rematik Sendi

Rematik merupakan gangguan kesehatan dimana terjadi peradangan kronis pada persendian. Peradangan ini memicu rasa sakit dan juga kerusakan pada bagian sendi, tulang serta bagian tubuh yang lain. Terdapat beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala rematik, salah satunya dengan menerapkan pantangan rematik sendi. Adapun pantangan rematik sendi tersebut berupa menghindari aktivitas dan makanan tertentu.

Pantangan Rematik Sendi

Terdapat beberapa jenis makanan yang dianjurkan untuk tidak dikonsumsi oleh penderita rematik sendi. Apabila dikonsumsi dalam jangka panjang, makanan tersebut justru berpotensi untuk memperburuk gejala rematik yang terjadi. Berikut ini sejumlah makanan yang dianggap sebagai pantangan rematik sendi!

1. Daging merah

Kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi di dalam daging merah mampu memperparah peradangan. Daging merah juga memiliki kandungan asam omega 6 yang menyebabkan peradangan apabila dikonsumsi secara berlebihan. Sejumlah penderita rematik menyebutkan bahwa mereka merasakan ada pengurangan gejala ketika berhenti mengkonsumsi daging merah.

2. Gula tambahan

Mengkonsumsi minuman dan makanan yang mengandung tambahan gula bisa memicu parahnya gejala rematik sendi. Gula tambahan biasanya ditemukan pada minuman dan makanan bersoda, es krim, permen dan juga saus. Menurut riset terhadap 217 penderita penyakit rematik, makanan yang manis merupakan hidangan penutup yang dilaporkan paling sering memicu parahnya gejala rematik.

3. Tepung olahan

Berbagai makanan yang mengandung tepung olahan misalnya camilan manis dan pasta bisa meningkatkan kadar gula darah di dalam tubuh. Apabila kadar gula meningkat maka tubuh lebih banyak memproduksi sitokin. Jika hal tersebut terjadi maka gejala rematik akan semakin buruk. Bukan hanya itu saja, makanan yang mengandung tepung olahan juga bisa menambah berat badan dan menjadikan persendian menjadi stres.

4. Gorengan

Mengurangi gorengan juga bisa membantu meredakan sakit akibat rematik. Berdasarkan penelitian tahun 2009 dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menyatakan bahwa gorengan memiliki kandungan racun AGE (advanced glycation endproduct) yang mampu meningkatkan oksidasi sel. Selain itu, mengkonsumsi gorengan juga bisa memicu obesitas.

5. Makanan cepat saji

Produk olahan makanan cepat saji mengandung tambahan gula, lemak jenuh dan tepung olahan yang dapat memperburuk gejala rematik. Untuk menghindari resiko peradangan tersebut maka kita harus memperhatikan daftar bahan makanan dan label nilai gizi sebelum mengkonsumsi makanan cepat saji.

6. Makanan dengan kandungan garam tinggi

Pantangan rematik sendi berikutnya adalah makanan yang memiliki kandungan garam tinggi. Dalam riset yang dilakukan pada tikus, menemukan bahwa tikus yang diberi makanan dengan kandungan garam tinggi cenderung menderita radang sendi yang parah.

Pantangan Rematik Sendi Selain Makanan

Selain mengkonsumsi makanan, ternyata terdapat beberapa aktifitas yang termasuk dalam pantangan rematik sendi. Beberapa aktifitas tersebut dianjurkan untuk tidak dilakukan pada penderita rematik agar gejala rematik tidak semakin parah. Adapun beberapa aktifitas tersebut antara lain :

1. Olahraga dengan gerakan dan hentakan berulang

Melakukan aktifitas olahraga dengan gerakan dan hentakan berulang bisa memicu parahnya gejala rematik. Beberapa aktifitas olahraga tersebut antara lain tenis, lari, melompat atau senam aerobik.

2. Membiarkan gejala rematik hilang dengan sendirinya

Apabila mengabaikan rasa nyeri akibat rematik bahkan dapat memperparah kondisi sakit bagi penderita rematik. Apabila dibiarkan dalam jangka panjang, maka peradangan yang dialami bisa berkembang menjadi sebuah kerusakan sendi yang parah seiring dengan berjalannya waktu.

3. Berfokus pada rasa sakit

Fokus yang berlebihan pada rasa sakit yang dialami bisa memicu depresi. Agar tidak memperparah keadaan, biasanya dokter akan memberikan resep obat anti depresan maupun aktifitas terapi lainnya untuk membantu mengatasi depresi serta nyeri yang terjadi akibat rematik.

4. Merokok

Pantangan nyeri sendi yang harus dihindari berikutnya adalah merokok. Kandungan racun di dalam asap rokok bisa menyebabkan stres dalam jaringan ikat. Kondisi ini dapat memicu parahnya gejala rematik serta bisa menyebabkan lebih banyak masalah pada bagian persendian.

5. Berpikir negatif

Berpikrian negatif bisa menyebabkan rasa sakit akibat gejala rematik menjadi meningkat. Agar tidak memicu rasa sakit yang berkepanjangan, anda bisa mencoba untuk mengalihkan perhatian dengan melakukan berbagai aktifitas yang anda sukai. Jika anda sering dihantui dengan berbagai pikiran negatif maka segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli terapis agar masalah anda bisa segera di atasi.

6. Penggunaan pereda nyeri berlebihan

Saat menggunakan pereda nyeri sebaiknya anda selalu berkonsultasi dengan dokter. Baik krim pereda nyeri maupun obat yang digunakan secara berlebihan bisa memperparah gejala rematik. Oleh sebab itu, alangkah lebih baiknya jika anda berkonsultasi dengan dokter dalam memanfaatkan krim atau obat pereda nyeri yang ada di pasaran untuk mengatasi rematik.

Selain beberapa pantangan rematik sendi di atas, untuk meredakan nyeri sendi anda juga bisa memanfaatkan produk herbal Rheumapas. Obat herbal ini tersedia dalam bentuk kapsul dan diproduksi dari ekstrak temulawak dan sambiloto yang berkhasiat penting dalam meredakan nyeri akibat rematik. Anda bisa mengkonsumsinya secara rutin sehingga gejala rematik dapat berkurang dan menghilang. 

Tinggalkan Komentar