Reumapas.com – Lutut berfungsi sebbagai penopang badan Anda baik pada saat berjalan, berlari, ataupun duduk dan berjongkok. Jika mengalami masalah pada lutut, rasa nyerinya tentu dapat menghambat segala pergerakan aktivitas Anda. Apa saja yang membuat lutut sakit pada saat setelah jongkok/ beraktivitas?

Berikut merupakan penyebab lutut sakit setelah Anda jongkok:

Penyebab lutut sakit ketika di luruskan maupun ditekuk

Jika Anda merasakan gejala sakit lutut ini, baik saat kaki Anda diluruskan atau ditekuk seperti pada saat duduk atau berjongkok:

  • Nyeri ketika menekuk lutut.
  • Kaki dan betis terasa lemas.
  • Lutut kaku pada saat melompat, duduk, jongkok dan naik tangga.
  • Terasa nyeri pada bawah tempurung lutut saat berdiri atau diam saja.

Bisa jadi Anda sedang mengalami patellofemoral atau jumper’s knee. Pada banyak kasus, sindrom nyeri patellofemoral disebabkan karena aktivitas fisik berat yang bisa membuat stres berulang pada tempurung lutut sehingga  bisa menyebabkan lutut sakit dan terasa lemah pada saat dipakai beraktivitas.

Kondisi ini memang lebih sering terjadi dengan para penggiat olahraga, tetapi ingat semua orang juga bisa mengalami ini jika sedang mengalami kecelakaan atau cedera.

Sindrom nyeri patellofemoral dapat disebabkan karena posisi tempurung lutut berada di luar alur troklear (bantalan tempurung), sehingga dapat mengakibatkan patella menjadi terdorong ke satu sisi ketika lutut Anda tekuk. Kelainan ini bisa menyebabkan peningkatan tekanan antara punggung patela dan juga troklea, hingga mengiritasi jaringan lunak pada sekitarnya.

Penyebab lain lutut menjaga sakit

Selain disebabkan karena cedera dan penggunaan lutut secara berlebihan saat beraktivitas, penyebab lutut sakit masih ada banyak lagi yang dapat mengganggu aktivitas ketika berdiri, duduk, maupun jongkok.

Penyebab lainnya dari lutut sakit adalah:

  • Osteoarthritis(pengapuran sendi). Kerusakan sendi lutut ini disebabkan karena proses penuaan alami, obesitas, trauma, dan faktor lainnya.
  • Bursitis: peradangan yang disebabkan karena penggunaan lutut secara berulang-ulang hingga tulang rawan lutut menjadi rusak.
  • Kista baker: penumpukan cairan sinovial (cairan  yang bekerja melumasi sendi) di belakang lutut.
  • Dislokasi: pindahnya tempurung lutut akibat dari trauma
  • Robekan meniskus: Ketika salah satu ligamen pada lutut pecah atau robek, maka Anda dapat mengalami nyeri pada lutut ketika digerakkan.
  • Osteosarcoma (kanker tulang) juga bisa saja terjadi di lutut.

Baca juga