Rheumapas

Lakukan Upaya Pencegahan Rematik Sejak Dini

Artritis Reumatoid atau yang dikenal dengan penyakit rematik merupakan penyakit autoimun sistemik yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada sendi. Mungkin yang Anda ketahui adalah bahwa penyakit rematik hanya ditemukan pada orang berusia lanjut. Padahal, saat ini rematik juga bisa menyerang mereka yang masih berusia muda. Umumnya, kondisi ini dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat. Lantas bagaimana upaya pencegahan rematik yang dapat dilakukan sejak dini.

Sebelumnya, perlu Anda ketahui bahwa bagian tubuh yang paling sering mengalami peradangan akibat rematik adalah tangan, pergelangan tangan, kaki, dan lutut. Namun, penyakit ini juga dapat menyerang area lain seperti paru-paru, pembuluh darah, dan kulit (meski kasus ini  sangat jarang ditemukan).

Seiring berjalannya waktu, rematik yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi berupa erosi tulang, hancurnya jaringan persendian, hingga menyebabkan kerusakan total pada sendi. Kondisi ini tentunya juga akan berpengaruh pada berbagai organ tubuh lainnya, seperti otot, ligament, dan tendon.

Rematik juga dapat membuat penderitanya mengalami kesulitan dalam menggunakan tangan dan kaki. Hal ini tentunya menyebabkan aktivitas seperti berjalan, menulis, atau aktivitas lainnya yang menggunakan kaki dan tangan menjadi terhambat. Pada akhirnya, kondisi ini akan menyebabkan terjadinya penurunan kulitas hidup.

Gejala Rematik

Berikut ini adalah beberapa gejala dari penyakit rematik yang dapat dirasakan pengidapnya :

  • Nyeri sendi, terutama bila disentuh atau ditekan
  • Terjadi pembengkakan pada sendi
  • Tangan kemerahan
  • Sendi kaki, terutama di pagi hari dan bertahan sekitar 30 menit
  • Tubuh lemas
  • Demam
  • Berat badan turun

Penyakit rematik umumnya dapat menimbulkan masalah di beberapa sendi dalam waktu yang lama. Awalnya, rematik menyerang bagian sendi-sendi kecil seperti pergelangan tangan, tangan, pergelangan kaki, dan kaki. Dalam perjalanan penyakitnya, kondisi ini akan mengenai sendi bahu, siku, panggu, rahang, leher, dan lutut.

Penyebab Rematik

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa rematik merupakan jenis penyakit autoimun. Dalam hal ini, sistem imunitas tubuh menyerang sendi sehingga mengalami peradangan serta merusak sendi dan tulang. Tak hanya itu, ligament dan otot pun juga dapat mengalami masalah yang nantinya akan berdampak pada bentuk sendi.

Selain akibat kekeliruan sistem imunitas tubuh, berikut beberapa faktor yang turut dicurigai sebagai penyebab rematik, yaitu :

  • Faktor genetik (keturunan)         
  • Pengaruh gaya hidup, di mana memiliki pola makan yang tidak sehat dan kurang aktivitas fisik
  • Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol

Jika Anda memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko di atas, sudah sepatutnya Anda melakukan pencegahan rematik sejak dini.

Diagnosis Rematik

Dalam mendiagnosis penyakit rematik, umumnya dokter melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat gejala yang terjadi pada pasien, seperti :

  • Sendi yang bengkak, nyeri, dan terasa hangat
  • Adanya gangguan pada gerakan sendi
  • Adanya cairan di dalam sendi
  • Munculnya benjolan-benjolan pada tubuh (rheumatoid nodules)

Selain itu, ada beberapa pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan. Mulai dari pemeriksaan darah, analisa cairan sendi, hingga pemeriksaan foto rontgen.

Pencegahan Rematik

Upaya pencegahan rematik yang dapat Anda lakukan sejak dini adalah dengan mulai menerapkan pola hidup sehat, khususnya berhenti merokok jika Anda seorang perokok. Pasalnya, merokok secara signifikan dapat meningkatkan risiko rematik. Merokok juga dapat menyebabkan gejala rematik semakin menjadi dan berkembang dengan cepat.

Selain berhenti merokok, perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan untuk mencegah rematik adalah rajin berolahraga. Hal ini terutama berlaku untuk orang-orang yang memiliki berat badan berlebih (obesitas).akan lebih baik jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mempertimbangkan program olahraga yang sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Sementara itu, untuk pencegahan rematik sendiri diperlukan pola makan sehat dengan gizi seimbang. Dalam hal ini, sebaiknya kurangi konsumsi makanan yang mengandung purin dan lemak tinggi.

Pengobatan Rematik

Sebenarnya, penyakit rematik terbilang sulit untuk disembuhkan. Tujuan dari pengobatan rematik adalah untuk mengurangi peradangan dan rasa nyeri pada sendi. Selain itu, pengobatan juga berguna untuk pencegahan rematik atau memperlambat kerusakan sendi.

Secara umum, pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian obat-obatan dan tindakan operatif. Jika rematik menyebabkan terjadinya gangguan pada pergerakan sendi, maka dapat dilakukan terapi fisik (fisioterapi, terapi okupasi, dan podiatri).

Sementara itu, untuk penggunaan obat-obatan sebaiknya pilih obat yang aman dikonsumsi dalam jangka panjang, seperti obat herbal Rheumapas. Terbuat dari 100% ekstrak bahan herbal alami berkhasiat, yaitu sambiloto dan temulawak, sehingga Rheumapas aman dikonsumsi dalam jangka panjang sekali pun. Kandungan dua bahan alami Rheumapas mampu membantu mengatasi rasa nyeri dan peradangan pada sendi akibat penyakit rematik. Untuk menjamin keamanannya, Rheumapas juga telah teregistrasi BPOM dan memiliki sertifikat halal MUI. Dengan begitu, Anda tidak perlu ragu lagi dengan khasiat dan keamanan Rheumapas sebagai media pengobatan rematik yang aman dan efektif.

Tinggalkan Komentar