kurang air putih menyebabkan sait pinggang

Kurang Minum Air Putih Menyebabkan Sakit Pinggang

Rheumapas.com Salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh yang telah direkomendasikan melalui banyak pakar kesehatan adalah dengan cara mengonsumsi air putih dengan jumlah yang cukup.

Konsumsi dua liter air putih dalam sehari dipercaya dapat membuat tubuh terhidrasi baik dan juga berbagai sistem dalam tubuh bisa berjalan lancar. Selain itu, dengan mengkonsumsi air putih dengan cukup juga mampu membuat tubuh terbebas dari masalah sakit pinggang.

Menurut dr. Budi Wiweko, SpOG (K) dengan konsumsi air putih berkaitan langsung dengan sakit pinggang. Namun, jika Anda kurang mengkonsumsi air putih sampai membuat tubuh menjadi dehidrasi, maka risiko lain terkait dengan fungsi ginjal bisa terganggu. Pada akhirnya, kurang minum pinggang sakit juga akan terasa karena munculnya penyakit berbahaya.

Senada dengan dokter Budi, sedangakan menurut Prof. Dr. dr. Parlindungan Siregar,  Universitas Indonesia, saat seseorang kurang konsumsi air putih pada jangka waktu yang lama, maka risiko terhadap penyakit ginjal akan semakin besar.

Jika hal ini terjadi, maka rasa nyeri pada pinggang pun dapat berlangsung dengan sangat menyakitkan. Dehidrasi, menurutnya bukanlah faktor yang utama penyebab dari munculnya masalah pada batu ginjal. Namun, jelas dehidrasi memiliki peran yang  besar dalam menyebabkan penyakit ini.

Menurutnya, batu ginjal dapat terjadi karena adanya faktor genetik atau kondisi di mana pada saluran kencing banyak terdapat kandungan kalsium yang berlebihan.

Lalu, apakah kurang air putih menyebabkan sakit pinggang?

Penyebab Sakit Pinggang

Selain kesehatan ginjal yang dapat menjadi penyebab sakit pinggang, penyebab sakit pinggang bisa dibagi menjadi dua, yaitu mekanis dan juga medis.

Penyebab mekanis dipicu oleh pengikisan struktur serta daya tahan pinggang yang meliputi sendi, cakram, saraf, otot, dan tulang dengan usia sebagai faktor utama. Berikut merupakan beberapa kondisi yang termasuk kedalam penyebab mekanis:

  • Pengikisan cakram tulang belakang

Penurunan kekuatan cakram tulang pada belakang dalam menahan beban, menunduk, dan aktivitas yang lainnya.

  • Perubahan struktur tulang

Kondisi ini umumnya terjadi ketika usia mulai senja hingga mengakibatkan postur tubuh yang buruk. Skoliosis, kyphosis, dan lordosis merupakan beberapa contoh pemicu perubahan pada struktur tulang.

  • Stenosis spinal

Penekanan pada saraf sumsum tulang terjadi karena penyempitan saluran saraf tulang belakang, hingga mengakibatkan penderita merasakan sakit.

Keseleo

Cedera yang mengakibatkan tekanan pada tendon atau otot seperti ketika terpeleset, salah posisi duduk, mengangkat beban yang berat, ataupun meregangkan otot berlebih. Dalam kondisi yang parah, ligament bisa mengalami perobekan.

  • Cedera cakram tulang belakang

Perobekan atau penyelipan cakram ketika penderita jatuh atau terpelintir. Dalam situasi tertentu, cakram bisa menekan saraf tulang belakang, menimbulkan rasa sakit seperti tertusuk dan terbakar pada bagian pinggang hingga kaki.

Inflamasi atau penekanan terhadap saraf tulang belakang terjadi ketika cakram yang terselip menekan saraf tulang belakang dengan berlebih. Bagian tubuh yang dipersarafi oleh saraf yang tertekan tentu mengalami rasa sakit, kesemutan, hingga mati rasa.

Meski begitu Anda tidak perlu khawatir, sebagian besar pada kasus sakit pinggang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perlu penanganan khusus. Mengistirahatkan pinggang, mandi menggunakan air hangat, hingga mengonsumsi obat seperti ibuprofen atau paracetamol bisa dilakukan untuk mempercepat pemulihan.

Baca juga

Tinggalkan Komentar