Penyebab jempol kaki bengkak dan sakit

Berikut merupakan beberapa masalah yang mengakibatkan jempol menjadi bengkak dan sakit:

Cantengan

Cantengan jempol kaki terjadi pada saat bagian tengah atau sudut kuku jempol kaki yang tumbuh menusuk kulit di dekatnya. Meski bukan merupakan kondisi yang serius, cantengan pada jempol kaki harus segera Anda atasi, agar tidak menimbulkan infeksi.

Cantengan pada jempol tentu akan membuat jempol bengkak dan sakit, bengkak, dan merah. Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan perawatan di rumah. Namun perlu dicatat, perawatan ini disarankan untuk cantengan yang ringan dan belum berkembang menjadi infeksi.

Beragam Penyebab Cantengan Pada Jempol Kaki

Jika Anda tidak menjaga kebersihan kaki dengan baik, risiko terkena cantengan jempol kaki akan semakin besar. Namun, itu bukanlah merupakan satu-satunya penyebab. Ada beberapa hal lain yang juga dapat menyebabkan cantengan jempol kaki, di antaranya:

  • Memotong kuku yang tidak lurus atau terlalu pendek.
  • Mengenakan sepatu yang terlalu sempit.
  • Cedera pada kuku kaki, misalnya akibat tersandung, kecelakaan, terbentur atau tertimpa barang berat.
  • Bentuk kuku yang tidak lururs, melengkung atau bergelombang.
  • Menderita infeksi jamur pada kuku yang menjadikan kuku jempol kaki menebal.

Asam Urat

Gejala Penyakit Asam Urat

Gejala penyakit asam urat umumnya berupa pada nyeri sendi dengan mendadak dalam waktu singkat (akut), akan membuat jempol bengkak dan sakit, kemudian hilang pada beberapa hari, dan muncul lagi setelah 6 hingga 12 bulan. Dalam beberapa kasus, para penderita penyakit asam urat mengalami gejala kronis, akibat serangan asam urat yang berulang terjadi dalam kurun waktu cukup lama.

Pada asam urat akut, nyeri hanya terjadi dengan satu atau beberapa sendi, seperti di jempol kaki, lutut, atau pergelangan kaki. Gejala akan terasa lebih parah selama 2 hari pertama, dan bisa berlangsung hingga sampai 10 hari. Umumnya penderita akan merasakan nyeri hebat yang muncul secara mendadak saat malam hari. Selain itu, sendi yang terasa nyeri juga akan terlihat merah, bengkak, dan terasa sangat sakit meski hanya tersentuh sedikit. Beberapa penderita asam urat akut juga mengalami demam ketika nyeri menyerang.

Sedangkan pada asam urat kronis, gejala yang muncul biasanya nyeri disertai radang sendi yang terjadi dengan berulang, dan bisa mengakibatkan kerusakan pada sendi permanen, di mana sendi tidak dapat bergerak normal. Selain pada ibu jari kaki, nyeri juga terjadi dengan banyak sendi di tubuh, seperti siku, jari, pergelangan tangan, hingga tumit.

Baca juga