Rheumapas

ciri ciri hiperpigmentasi

Penyakit Hiperpigmentasi Kulit dan Cara Mengatasinya

Hiperpigmentasi adalah kondisi munculnya bercak gelap pada kulit. Penyebabnya dapat bermacam-macam. Meski umumnya tidak berbahaya, hiperpigmentasi bisa menganggu penampilan. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

4 Jenis Penyakit Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi bisa dibedakan menjadi beberapa jenis. Masing-masing memiliki penyebab berbeda, seperti paparan dari sinar matahari berlebihan, faktor usia, atau dampak dari penyakit kulit tertentu.

Beberapa jenis penyakit hiperpigmentasi yang umum terjadi adalah:

  1. Melasma

Melasma ditandai munculnya bercak-bercak hitam di dagu, pelipis, dahi, hidung, leher, atas bibir, atau pipi di salah satu atau kedua sisi wajah. Selain di wajah, bercak hitam yang tidak gatal atau pun sakit ini juga bisa muncul di bagian tubuh lain, seperti lengan.

  1. Lentigo

Lentigo ditandai dengan munculnya bintik bulat hitam pada kulit, seperti di wajah, lengan, atau punggung tangan. Bintik yang muncul bisaberukuran sekitar 0,2-2 cm dan memiliki bentuk yang tidak beraturan.

Berdasarkan penyebabnya, lentigo dibagi menjadi 2 jenis, yakni:

  • Solar lentigo, disebabkan karena paparan sinar matahari.
  • Nonsolar lentigo, disebabkan karena penyakit kelainan bawaan seperti sindrom Peutz-Jeghers.

Lentigo juga biasa dialami oleh orang-orang berusia lanjut. Seiring pertambahan usia, bercak lentigo bisa terus bertambah.

  1. Post-inflammatory hyperpigmentation

Kondisi yang bernama lain hiperpigmentasi pascainflamasi ini ditandai bercak kecoklatan pada kulit pada bagian tubuh tertentu yang mengalami cedera atau peradangan sebelumnya. Ukuran bercak besar namun bentuknya yang tidak beraturan.

  1. Hiperpigementasi akibat efek samping obat atau bahan kimia

Ini merupakan tipe hiperpigmentasi terjadi akibat dari efek samping penggunaan obat-obatan atau bahan kimia tertentu.

Obat tersebut dapat berupa obat antimalaria, obat jantung (amiodarone), maupun kemoterapi, contohnya seperti bleomycin dan busulfan. Sedangkan bahan kimia yang memicu hiperpigmentasi ialah perak, emas dan merkuri.

hiperpigmentasi wajah
Klik Untuk Lihat Produk

Bercak yang timbul biasanya memiliki warna kecoklatan, keabu-abuan, kebiru-biruan, atau abu kebiruan. Pada umumnya bercak bisa menyebar, sedangkan bentuk dan pola bercak bisa tergantung dari pada obat yang dikonsumsi. Bercak-bercak ini umumnya timbul di area wajah (terutama bibir), tangan, kaki, atau alat kelamin.

Cara Mengatasi

Munculnya bercak hitam pada kulit, tentu akan mengganggu penampilan. Guna untuk mengatasi bercak akibat hiperpigmentasi, ada beberapa metode perawatan yang dapat Anda dilakukan, di antaranya:

  • Vitamin C dan asam kojic

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa krim yang mengandung vitamin C dan asam kojic mampu mencerahkan dan sekaligus mengurangi hiperpigmentasi kulit. Kombinasi bahan tersebut bisa menghambat enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan melanin.

  • Krim pelembab

Krim yang dijual bebas ataupun krim dengan resep dokter bisa juga jadi pilihan. Pilihlah produk yang mengandung hidroquinon dan juga tretinoin. Kombinasi keduanya diketahui cukup efektif membantu mencerahkan kulit.

Krim dengan kandungan gliserin, asam hyaluronic, dan retinol juga bisa menjadi pilihan. Kombinasi bahan tersebut mampu meningkatkan regenerasi sel kulit dan bekerja dengan lebih efektif dalam mencerahkan kulit.

  • Laser atau chemical peeling 

Umumnya hiperpigmentasi yang diobati dengan krim yang khusus akan hilang. Namun jika tidak juga kunjung hilang, maka diperlukan metode perawatan lain, seperti laser atau chemical peeling.

Hiperpigmentasi kulit sebenarnya dapat dicegah dengan rajin menggunakan krim tabir surya SPF 30 sebelum kembali memulai aktivitas di bawah terik sinar matahari. Selain itu, kenakan juga pakaian yang tertutup atau topi saat beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga

Tinggalkan Komentar