Rheumapas

Gejala, Pengobatan dan Pola Hidup Pencegah Rematik

Sekitar 40% dari penduduk di Indonesia yang berusia 40 tahun lebih mempunyai keluhan nyeri otot dan sendi atau rematik. Penyebab penyakit ini juga bermacam-macam, mulai dari luka mekanik karena kecelakaan, infeksi virus atau bakteri dan juga aktifitas yang berlebihan. Jika gejala rematik sudah mulai dirasakan, maka dibutuhkan pengobatan dengan segera. Bagi yang masih bebas dengan rematik maka harus terus menjalani pola hidup sehat sebagai pencegah rematik.

Seiring dengan berkembangnya waktu, penyakit rematik bisa mengakibatkan terjadinya erosi pada tulang, menghancurkan jaringan pada persendian yang memicu kerusakan total pada sendi. Akhirnya, gangguan kesehatan ini bisa menyertai beberapa organ tubuh yang lain misalnya otot, tendon dan ligamen.

Arthritis rheumatoid atau dikenal dengan rematik bisa menjadikan penderita mengalami kesulitan untuk menggunakan kaki dan tangan. Akibatnya, aktifitas keseharian menjadi terganggu misalnya berjalan, menulis dan juga hal lainnya yang melibatkan kerja tangan dan kaki. Dengan demikian, kondisi ini akan memicu perubahan kualitas hidup seseorang.

Penyakit rematik memang lebih sering menyerang mereka yang sudah berusia 40 hingga 60 tahun. Sangat jarang ditemukan kasus penyakit rematik terjadi pada anak-anak. Disamping itu, wanita juga dianggap memiliki resiko dua kali lipat lebih besar untuk menderita penyakit rematik daripada pria.

Gejala Rematik yang Sering Terjadi

Beberapa gejala penyakit rematik yang biasanya dialami adalah :

  • Nyeri sendi
  • Tangan kemerahan
  • Pembengkakan sendi
  • Lemas
  • Nyeri sendi jika ditekan atau disentuh
  • Demam
  • Kekakuan pada pagi hari dan biasanya bertahan kurang lebih 30 menit
  • Berat badan menurun

Rematik bisa memicu masalah pada beberapa sendi di waktu yang bersamaan. Di tahap awal rematik umumnya akan mengenai sendi-sendi kecil misalnya tangan, pergelangan tangan, kaki dan pergelangan kaki. Dalam siklus penyakitnya, berikutnya akan mengenai sendi pada bahu, siku, lalu lutut, panggul, kemudian rahang dan juga leher.

Pengobatan rematik difokuskan untuk menurunkan peradangan dan nyeri. Obat-obatan yang digunakan untuk menurunkan keluhan akibat penyakit rematik ini seperti obat anti inflamasi nonsteroid, asetaminofen, kortikosteroid dan juga obat penakan sistem kekebalan tubuh. Namun yang perlu anda ketahui, jika meminum obat penghilang rasa sakit atau anti radang dari pasaran dengan dosis terlalu banyak dapat menyebabkan iritasi usus dan lambung.

Bahkan jika dikonsumsi dalam jangka yang lama, obat-obatan tersebut dapat menyebabkan tukak dan pendarahan hebat. Oleh sebab itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan pihak dokter jika anda menggunakan obat aspirin atau antiradang nonsteroid untuk meredakan rasa nyeri selama 2 minggu lebih.

Pola Hidup Pencegah Rematik

Selain memberikan obat nyeri sendi, anda juga bisa meredakan rasa nyeri dengan memodifikasi aktifitas keseharian anda. Misalnya dengan menghindari berbagai kegiatan yang cukup membebani dan luangkan waktu untuk beristirahat ataupun olahraga. Menurut catatan dalam buku bertajuk Terapi Herba, berikut ini beberapa pola hidup pencegah rematik yang bisa anda coba untuk membantu menyembuhkan sakit akibat peradangan sendi.

1. Konsumsi buah alpukat

Bagi anda yang rajin mengkonsumsi buah alpukat maka anda bisa terhindar dari kasus rematik. Mengkonsumsi alpukat secara teratur bisa menjadi pencegah rematik yang efektif karena alpukat matang mengandung lemak yang akan memberikan lubrikasi secara alami pada persendian tulang misalnya siku, leher, pinggul, pergelangan tangan, pergelangan kaki dan juga lutut.

2. Minum jus apel

Pencegah rematik berikutnya adalah minum jus apel yang difermentasikan menjadi setengah cangkir. Anda bisa meminum jus apel ini sehari dua kali untuk membantu mencegah rematik dan juga menyembuhkan penyakit radang sendi secara alami.

3. Asparagus

Bahan herbal ini ternyata juga cukup ampuh sebagai pencegah rematik secara alami.

4. Konsumsi stroberi dan buah beri lainnya

Buah beri sangat bagus untuk dikonsumsi sebagai pencegah rematik. Buah beri bisa dikonsumsi secara langsung sebagai buah atau bisa juga dijadikan sebagai jus. Jus semangka yang segar untuk rematik juga bisa anda konsumsi secara teratur. Segelas jus semangka yang sudah dihilangkan bijinya baik pagi dan malam hari diyakini dapat membantu keluarnya akumulasi asam urat berlebih dalam tubuh.

5. Berolahraga

Bukan hanya bagus untuk menyehatkan jantung, berolahraga juga sangat efektif sebagai pencegah rematik. Dengan melakukan olahraga secara rutin maka otot, tulang dan sendi akan senantiasa sehat. Anda bisa memulainya  dengan olahraga ringan seperti berjalan santai atau jogging.

6. Makan yang tepat

Tulang kita membutuhkan nutrisi dalam jumlah cukup agar senantiasa sehat dan kuat. Dengan mengkonsumsi makanan bervitamin C, E dan kalsium tinggi maka sistem otot dan juga tulang akan selalu terjaga.

Demikian informasi mengenai gejala, pengobatan dan juga pola hidup pencegah rematik. Sebagaimana istilah mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati, ada baiknya mulai dari sekarang kita selalu menjaga kesehatan. Produk Rheumapas juga dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai upaya agar terhindar dari gangguan kesehatan termasuk rematik. Produk tersebut dibuat dari bahan herbal sambiloto dan temulawak yang sudah pasti alami dan aman untuk dikonsumsi.

Tinggalkan Komentar