Penyebab dan Gejala Nyeri Betis

Rheumapas.com – Pada umumnya, ketika Anda menjalani aktivitas harian yang padat, terutama jika banyak menggerakan kaki, maka betis sakit merupakan konsekuensi yang dapat Anda alami. Sakit betis yang dialami oleh setiap orang berbeda-beda, mulai dari yang ringan hingga pada rasa sakit seperti ditusuk-tusuk.

Saat Betis Sakit Terkait Kesehatan

Selain sakit betis disebabkan oleh cedera, betis sakit juga bisa disebabkan oleh karena kondisi medis. Berikut merupakan beberapa kondisi medis yang merupakan penyebab sakit betis, antara lain:

  • Achilles tendinitis

Achilles tendinitis adalah iritasi atau peradangan yang terjadi dengan tendon Achilles. Keadaan ini dapat menimbulkan rasa sakit dan akan bertambah pada saat berjalan atau melakukan latihan. Selain itu, kulit pada atas tendon akan terasa hangat ketika disentuh.

  • Kista Baker

Kista Baker dapat terbentuk akibat dari adanya penumpukan cairan sendi di belakang lutut. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti nyeri dan terjadi kekakuan pada kaki.

  • Deep vein thrombosis (DVT)

Trombosis vena dalam adalah penggumpalan darah di pembuluh darah di dalam tubuh. Bila terbentuk pada kaki maka tentu bisa mengakibatkan nyeri betis deep vein thrombosis (DVT) yang akhirnya menimbulkan nyeri, perubahan warna kulit, kulit juga terasa hangat, dan terjadi pembengkakan.

Gangguan kesehatan ini pada umumnya terjadi pada orang dengan tekanan darah tinggi, gangguan pada pembekuan darah, komplikasi penggunaan obat jangka panjang, duduk yang terlalu lama, atau kebiasaan merokok.

  • Neuropati diabetik

Ketika penderita diabetes mengalami komplikasi maka ia akan mengalami neuropati diabetik. Perlu diketahui, tingginya pada kadar gula dapat merusak beberapa saraf bagian tubuh seperti tangan dan kaki.

Gejalanya seperti kram otot, otot yang lemah, mati rasa, kehilangan keseimbangan, hingga rasa nyeri parah pada bagian saraf yang terkena.

Gejala Betis Sakit

Sering kali betis yang sakit terjadi secara tiba-tiba. Namun ada juga beberapa gejala nyeri betis yang terjadi oleh penderitanya. Penderita otot betis sakit tak hanya akan merasakan nyeri akan tetapi juga mengalami perubahan fisik, seperti:

  • Perubahan pada warna kulit.
  • Muncul rasa terbakar pada betis.
  • Penurunan mobilitas.
  • Nyeri sendi terutama pada sendi kaki.
  • Kejang otot kaki, terutama pada malam hari dan bisa mengganggu tidur.

Obat Sakit Betis yang Bisa Anda Coba

Saat betis sakit mulai semakin mengganggu, tentu Anda akan mencari obat nyeri otot atau bahkan obat sakit betis. Maka sebaiknya, sediakan obat nyeri di rumah atau bisa bawa ke mana saja jika Anda memang banyak dalam menggunakan kaki setiap harinya.

Meski banyak metode dalam pengobatan untuk mengatasi betis sakit yang bisa Anda lakukan di rumah. Saat ini sudah banyak tersedia obat nyeri otot yang dapat Anda temukan.

Berikut merupakan beberapa metode yang harus dicoba pada waktu 24 jam saat mengalami betis sakit, antara lain.

  1. Segera beristirahat ketika saat betis sakit. Cobalah untuk membatasi berjalan dan juga gerakan dalam waktu 24 jam untuk menghindari menyebabkan kerusakan lebih lanjut.
  2. Terapi dingin, kompreskan es atau perangkat lain yang juga dingin ke otot betis selama 15-20 menit setelah cedera atau ketika muncul rasa sakit.
  3. Kompres, bungkus perban pada sekitar betis untuk mencegah pembengkakan lanjut dan mengurangi rasa sakit. Perban ini tidak boleh dibungkus terlalu ketat atau juga terlalu longgar.
  4. Istirahatkan pergelangan kaki sedikit lebih tinggi. Dan tahan setidaknya  selama 24 jam untuk mengurangi pembengkakan.
  5. Konsumsi obat pereda rasa sakit.

Itulah sedikit penjelasan mengenai penyebab dan pengobatan pada betis sakit yang bisa Anda lakukan. Guna untuk mencegah sakit betis dan cedera pada otot dan juga sendi, pastikan Anda untuk selalu melakukan peregangan sebelum dan juga sesudah olahraga.

Baca juga