Rheumapas

gejala hernia pada pria

Gejala Hernia Pada Pria Dan Wanita Ternyata Berbeda

Gejala Hernia Pada Pria Dan Wanita Ternyata Berbeda

Rheumapas.com – Banyak yang menganggap bahwa penyakit hernia atau dikenal dengan turun berok, hanya terjadi pada pria. Namun, ternyata kaum wanita juga dapat mengalaminya. Meski mengalami penyakit yang sama, ternyata juga hernia pada wanita dengan pria memiliki ciri khas dan metode pengobatan yang berbeda. Lalu apa saja perbedaan yang harus diketahui?

Jenis hernia pada pria dan wanita sering kali berbeda

Hernia merupakan kondisi dimana ketika bagian dari organ atau jaringan (seperti bagian dari usus) menonjol hingga membentuk tonjolan di dalam kulit.

Bagian tersebut muncul melalui bukaan rongga dinding otot, sehingga munculah tonjolan atau benjolan. Penyakit hernia diantara pria dan wanita berbeda. Perbedaan ini sering terjadi ditemukan pada gejala dan jenis hernia apa yang sering menyerang pria atau wanita.

Gejala Hernia pada pria (Hernia inguinalis)

Hernia inguinal merupakan jenis hernia yang paling umum. Kondisi ini terjadi saat isi perut yang biasanya berupa lemak atau bagian dari usus kecil menonjol pada dinding perut bagian bawah didekat selangkangan.

Hernia inguinal sering terjadi kepada pria, karena pada tubuh pria terdapat lubang kecil dekat dengan otot pangkal paha. Lubang inilah yang memungkinkan pembuluh darah serta tali spermatika dapat turun menuju ke daerah testis.

Gejala hernia pada wanita (Hernia femoralis)

Hernia femoralis merupakan kondisi ketika sebagian usus menonjol keluar dikarenakan lemahnya otot paha atas, tepat pada bawah selangkangan. Turun berok jenis ini paling sering dialami wanita karena ada hubungan dengan bentuk panggul yang bentuknya disiapkan untuk melahirkan.

Selain itu, hernia umbilikal juga terjadi ketika jaringan yang melapisi perut menonjol pada daerah pusar. Turun berok ini kerap muncul pada wanita yang hamil. Namun seiring bertambahnya usia, pria dan juga wanita cenderung berisiko untuk mengalami hernia umbilikal.

Pengobatan dan risiko kambuhnya juga berbeda

Penyakit hernia harus diatasi melalui tindakan pembedahan. Pembedahan ini dilakukan dengan cara mengembalikan jaringan tubuh menonjol pada posisi yang normal. Dokter juga biasanya menjahit kembali bagian dinding otot yang melemah. Bahkan dokter juga akan menambahkan jahitan khusus agar organ-organ tersebut tidak kembali menonjol keluar.

Ketika proses operasi, pasien wanita biasanya akan lebih sering ditempelkan jala khusus untuk menutup rapat agar pembukaan otot yang menyebabkan hernia. Tidak seperti pria, yang jarang drts bila ditempel jala khusus, aliran darah ke testisnya akan berisiko terhambat,

Pada pasien wanita, ia tidak perlu khawatir serta ekstra untuk menjaga adanya alirah darah yang terhambat menuju ke testis. Inilah yang kadang yang membuat hernia pada wanita lebih jarang kambuh dibanding pada pria.

Baca juga

 

Tinggalkan Komentar