Penyebab dan Faktor Resiko Rematik

Sayangnya, kebanyakan dokter masih belum tahu pasti apa sebenarnya penyebab dari rematik. Akan tetapi, ada sejumlah faktor resiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terkena rematik. Waspadai faktor penyebab munculnya penyakit rematik berikut ini:

  1. Usia, rematik biasanya menyerang di usianya 40-60 tahun.
  2. Genetik
  3. Jenis kelamin, wanita lebih rawan terkena rematik dibandingkan pria.
  4. Luka berat.
  5. Hormon
  6. Kebiasaan merokok.
  7. Polutan atau paparan zat berbahaya.
  8. Berat badan.
  9. Infeksi virus atau bakteri.

Dari semua faktor risiko tadi, 3 yang teratas yaitu usia, genetik, serta jenis kelamin tidak bisa dicegah. Untuk lebih jelasnya, mari kita tilik lebih detil beberapa dari faktor penyebab rematik di atas.

Baca juga : 7 Cara Ampuh Atasi Nyeri Sendi Akibat Rematik

  • Genetik

Risiko seseorang dalam terkena rematik cenderung lebih besar bila ada anggota keluarganya yang juga telah menderita penyakit serupa. Seseorang yang memiliki HLA (Human Leucocyte Antigen) dalam tubuhnya memiliki risiko 5 kali lebih besar dalam terkena rematik ketimbang yang tidak. Tapi, mereka yang sel tubuhnya mengandung HLA belum tentu pasti terkena rematik karena antigen ini hanya dapat meningkatkan risikonya saja.

  • Luka berat

Para ahli menganggap jika luka berat merupakan salah satu faktor penyebab utama munculnya rematik. Berdasarkan hasil studi dari Open Access Rheumatology, luka berat bisa memicu munculnya radang yang akan mengarah pada rematik.

  • Rokok

Asap rokok dapat langsung mempengaruhi tingkat keparahan rematik serta efektif-tidaknya perawatan yang sudah dijalani. Hasil studi dari Arthritis Research and Therapy menemukan jika sedikit saja asap rokok bisa meningkatkan risiko rematik. Hasil studi ini juga menunjukkan kalau merokok setiap hari dapat membuat perempuan berisiko 2 kali lebih besar untuk terkena rematik.

  • Hormon

Selain beberapa faktor seperti yang disebutkan diatas tadi, hormon ternyata juga bisa menjadi penyebab rematik. Dibanding pria, penderita rematik lebih banyak di derita oleh wanita. Dari sini, para ahli dapat menyimpulkan kalau kadar hormon perempuan turut meningkatkan pada risiko rematik. Contohnya, beberapa wanita mengalami gejala rematik yang meningkat secara tajam saat sedang hamil.

  • Polutan

Para ahli telah menduga sumber polusi seperti asap rokok, udara kotor, insektisida, dan paparan zat tertentu dari udara seperti silika dan asbes juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena rematik.

  • Obesitas

Menurut Arthritis Foundation, sekitar dari 2/3 penderita rematik mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan, lemak yang ada dalam tubuh menghasilkan protein sitokin yang berpotensi untuk memicu radang. Jadi semakin berat tubuh seseorang, akan kian parah juga rematik yang diderita.

Bagaimana Cara Mencegah Rematik?

Lantas bagaimana cara mencegah rematik? Sesuai penyebabnya tadi, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah rematik, seperti:

  • Berhenti merokok

Karena merokok bisa meningkatkan potensi seseorang untuk terkena rematik 1,3-2,4 kali lebih besar.

  • Diet untuk mereka yang obesitas

Seperti yang disinggung tadi, salah satu penyebab rematik merupakan karena berat badan berlebih. Jadi jika Anda termasuk salah satunya, maka lakukanlah diet. Anda bisa bergabung dalam program diet tertentu di bawah bimbingannya pakar atau melakukannya sendiri.

  • Menjauhi polusi atau penyebab iritasi yang lainnya

Bila memang Anda harus berurusan bahan kimia berbahaya, pastikan untuk mengenakan pengaman yang layak dan sesuai sepanjang waktu, seperti masker, sarung tangan, dan lainnya.

Baca juga :