Efek Samping Sambiloto

Sambiloto adalah tanaman asli negara-negara dari Asia Selatan seperti India dan Sri Lanka. Daun dan juga batang bawah tanahnya biasa digunakan untuk membuat obat. Sambiloto bisa digunakan untuk mengobati:

  • pilek dan flu (influenza)
  • sakit pada tenggorokan, batuk, amandel yang bengkak, bronkitis, dan alergi
  • diare, kolik, sembelit, kembung, dan sakit perut
  • penyakit kuning, pembesaran hati, dan kerusakan hati
  • kusta, pneumonia, sinusitis, tuberkulosis, rabies, gonore, sifilis, malaria, kolera, dan HIV/ AIDS
  • luka, bisul, hingga gatal-gatal
  • dan gigitan ular atau serangga

Bagaimana cara kerjanya?

Belum ada penelitian mengenai cara kerja suplemen herbal ini. Silakan berdiskusi dengan para ahli herbal atau dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Namun, ada beberapa penelitian yang telah menunjukkan bahwa sambiloto digunakan pada pengobatan tradisional dalam mengobati penyakit infeksi dan demam.

Sambiloto adalah tanaman yang mengandung zat antibakteri, antiradang, antioksidan, antikanker, dan sifat merangsang kekebalan tubuh atau imun. Baik sendiri, atau dalam kombinasi dengan obat herbal lain, sambiloto juga telah terbukti dalam mengurangi durasi dan keparahan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Dalam bentuk apa saja sambiloto tersedia?

Suplemen herbal ini mungkin juga tersedia dalam bentuk kapsul atau tingtur herbal.

Efek Samping

Apa efek samping sambiloto?

Sambiloto merupakan herbal bisa menyebabkan beberapa efek samping di antaranya:

  • hipotensi (tekanan darah turun)
  • mual, muntah, dan gejala gangguan pencernaan lainnya
  • infertilitas

Tidak semua orang akan mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak tercantum. Jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping, silakan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Seberapa amankah sambiloto?

Data yang tersedia tidak juga cukup untuk menentukan seberapa aman penggunaan sambiloto pada wanita hamil atau menyusui. Sambiloto merupakan herbal yang bisa digunakan oleh anak-anak di bawah pengawasan ahli herbal profesional.

Akan tetapi, sambiloto merupakan herbal yang juga tidak boleh digunakan oleh orang yang memiliki riwayat hipersensi. Jangan gunakan pada penyakit kantung empedu, gangguan perdarahan, hyperacidity, hipotensi, dan juga ulkus duodenum.

Interaksi

Suplemen herbal ini bisa berinteraksi dengan obat Anda saat ini atau kondisi medis. Konsultasikan dahulu dengan ahli herbal atau dokter sebelum Anda menggunakan.
Jika Anda mengambil obat bertujuan untuk menurunkan tekanan darah, antikoagulan, dan obat antiplatelet, sambiloto bisa meningkatkan efek obat ini.

Andrographolide, kandungan pada sambiloto, memiliki efek antioksidan yang bisa mengganggu tindakan dari beberapa obat kemoterapi. Menggunakan sambiloto jangka panjang bisa menurunkan aksi penekanan sistem kekebalan tubuh. Sambiloto merupakan herbal yang dapat meningkatkan kadar enzim di hati.

Baca juga

 

%d blogger menyukai ini: