Rheumapas

Bahaya Rematik yang Harus Diketahui

Dalam dunia medis, rematik dikenal dengan istilah rheumatoid arthritis, yakni suatu masalah kesehatan yang ditandai dengan adanya peradangan pada sendi akibat gangguan autoimun atau sistem kekebalan tubuh. Pada akhirnya, sistem imun tersebut menyerang jaringan tubuh Anda sendiri. Lantas, apa bahaya rematik pada pengidapnya? Simak ulasan berikut.

Rheumatoid adalah kondisi yang memengaruhi lapisan sendi (sinovium), yang mana dapat menyebabkan sendi nyeri kronis, kaku, dan mengalami pembengkakan. Bahkan, kondisi ini dapat menimbulkan erosi tulang dan kelainan bentuk pada sendi.

Dalam kebanyakan kasus, rematik sering kali memengaruhi bagian sendi tangan, kaki, pergelangan tangan, dan lutut. Sementara itu, dalam kasus yang jarang, rematik juga dapat memengaruhi bagian lain dari tubuh, di antaranya mata, jantung, kulit, paru-paru, jantung, pembuluh darah, dan saraf.

Rematik tentunya dapat memengaruhi kemampuan pengidapnya dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti menulis, memotong sayur, berjalan, membungkuk, berdiri, membawa barang-barang, dan berbagai aktivitas lainnya yang melibatkan sendi.

Jika penyakit rematik terus dibiarkan tanpa dicegah dan diobati, maka dapat menyebabkan terjadinya kerusakan dan perubahan bentuk permanen pada sendi. Hal ini menyebabkan pergerakan sendi menjadi terbatas dan fungsi sendi pun bisa hilang seutuhnya.

Perlu Anda ketahui juga bahwa rematik adalah salah satu jenis penyakit yang sering di alami oleh orang lanjut usia (lansia). meski demikian, penyakit ini juga dapat dialami oleh anak muda dewasa, remaja, bahkan anak-anak sekali pun. Selain itu, wanita juga lebih berisiko mengalami rematik dibandingkan pria.

Penyebab Rematik

Rematik adalah salah satu jenis penyakit autoimun, yang berarti bahwa penyakit ini terjadi akibat sistem imun atau kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuh sehat akibat kekeliruannya.

Pada penderita rematik, sistem ini menyerang sinovium, yakni lapisan selaput yang mengelilingi persendian. Kondisi ini dapat membuat sendi meradang dan mengalami pembengkakan, sehingga menimbulkan rasa nyeri yang cukup mengganggu.

Meski gangguan autoimun ini dipercaya sebagai penyebab rematik, namun sampai saat ini para peneliti belum mengetahui secara pasti faktor apa saja yang dapat memicu terjadinya gangguan tersebut.

Faktor Risiko Rematik

Meski penyebab gangguan autoimun penyebab rematik masih belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena rematik. Di antaranya adalah :

  • Faktor genetik (riwayat turunan).
  • Menginjak usia lanjut (lansia).
  • Berjenis kelamin wanita.
  • Kelebihan berat badan (obesitas).
  • Merokok.
  • Paparan lingkungan, seperti silika atau asbes.

Bahaya Rematik

Sebenarnya, rematik bukanlah penyakit yang dapat disembuhkan secara total, namun dapat dicegah kekambuhannya. Jika tidak dicegah, maka penyakit ini dapat menyebabkan masalah kesehatan lainyang lebih bahaya dan bahkan terkadang dapat mengancam nyawa. Berikut ini adalah beberapa komplikasi dari penyakit rematik.

1. Osteoporosis

Penyakit rematik dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis. Mengapa begitu? Hal ini akibat kondisi tulang yang melemah dan dapat membuat tulang rentan patah.

2. Infeksi

Penyakit rematik beserta pengobatan yang dijalani juga dapat menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh. Dengan begitu, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

3. Carpal tunnel syndrome

Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya tekanan pada saraf di pergelangan tangan. Kondisi ini bisa menjadi salah satu komplikasi rematik yang memengaruhi sendi di pergelangan tangan. Dalam kasus ini, peradangan dapat menekan saraf di tangan dan jari Anda, sehingga menyebabkan terjadinya carpa tunnel syndrome. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa nyeri, mati rasa, dan kesemutan pada jari dan sebagian tangan.

4. Sindrom Sjogren

Penderita reati juga memiliki kemungkinan mengalami sindrom Sjogren, yakni kelainan yang ditandai dengan menurunnya jumlah kelembapan di mata dan mulut, sehingga menyebabkan mata dan mulut menjadi kering.

5. Rheumatoid nodules

Rheumatoid nodules adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya benjolan keras yang muncul di bawah kulit. Bennjolan ini umumnya terbentuk di sekitar titik-titik tekanan, seperti siku dan lutut.

6. Penyakit paru-paru

Orang yang mengidap rematik berisiko mengalami peradangan di jaringan paru-paru, yang mana dapat menyebabkan gejala berupa sesak napas.

7. Masalah jantung

Rematik yang tidak diatasi dengan baik juga dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah pada jantung. Hal ini disebabkan karena, penyakit autoimun ini dapat menyebabkan terjadinya penyubatan dan pengerasan pada pembuluh darah arteri, serta peradangan pada kantung yang membungkus jantung.

8. Limfoma

Rematik juga dapat menimbulkan komplikasi berupa penyakit ganas, yakni kanker darah. Dalam kasus ini, kanker darah yang dimaksud adalah limfoma, yakni jenis kanker darah yang berkembang di sistem limfatik.

Pencegahan Rematik

Melihat betapa bahayanya komplikasi penyakit rematik, ada baiknya jika Anda mengetahui cara mencegah rematik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Istirahat cukup dan relaksasi

Istirahat cukup pada dasarnya adalah hal yang dibutuhkan oleh semua orang, terutama untuk penderita rematik. Oleh sebab itu, biasakanlah untuk tidur, setidaknya delapan jam dalam sehari. Jika tidur malam Anda belum cukup, Anda juga dapat tidur di siang hari.

2. Olahraga teratur

Olahraga secara teratur juga menjadi salah satu cara untuk mencegah dan meringankan gejala rematik. Hal ini disebabkan karena olahraga dapat membantu menguatkan otot dan meningkatkan jangkauan gerak sendi.

Jenis olahraga yang cocok untuk penderita rematik adalah olahraga ringan, seperti berjalan, berenang, peregangan ringan, dan bersepeda, yang sangat baik untuk menjaga kekuatan dan kelenturan sendi pengidap rematik.

Jika Anda pengidap rematik, sebaiknya hindari olahraga berat yang membutuhkan tenaga besar dan membebani sendi. Jangan ragu untuk bertanya pada dokter mengenai jenis olahraga apa dan berapa lama durasi yang pas untuk Anda berolahraga.

3. Kompres panas dan Dingin

Gejala rematik juga dapat diredakan dengan mengompres sendi menggunakan air es. Gunakan handuk yang dicelupkan ke dalam air es, atau bungkus es batu dengan handuk untuk mengompres sendi. Namun perlu Anda ingat, sebaiknya tidak mengaplikasikan es batu secara langsung ke kulit tanpa melapisinya dengan sesuatu, sebab dapat merusak kulit dan memperparah gejala.

Sementara itu, jika Anda mengalami ketegangan otot, maka sebaiknya gunakan kompres air hangat, alih-alih dingin. Mandi air hangat juga merileksasi otot dan melancarkan aliran darah, sehingga sendi akan terasa lebiih tenang. Anda dapat menggunakan handuk panas, kompres hangat, atau bantal penghangat.

Obat Herbal yang Bagus untuk Rematik

Anda juga dapat memanfaatkan obat herbal untuk mengatasi penyakit rematik yang Anda alami. Salah satu obat herbal terbaik untuk rematik dan asam urat adalah RHEUMAPAS. Rheumapas adalah obat herbal terbaik untuk rematik yang terbuat dari ekstrak sambiloto dan diolah dengan modern dan higenis. Obat ini juga teruji dan aman dikonsumsi tanpaharus disertakan resep dokter.

Rheumapas juga dapat memberikan berbagai macam manfaat dalam satu paket obat, seperti mengobati asam urat, meredakan nyeri sendi, menghilangkan berbagai macam racun di dalam tubuh, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Tinggalkan Komentar