Rheumapas

bahaya makan asin

6 Bahaya Makan Asin yang Harus di Waspadai

6 Bahaya Sering Makan Asin 

Rheumapas.com – Mengonsumsi makanan asin terkadang sama halnya dengan makanan manis, sama-sama bikin ketagihan. Kata ahli dari Food and Drug Administration (FDA) makanan asin dapat merangsang seseorang untuk makan lebih banyak bahkan ketika ia tidak merasa lapar. Alasannya, makanan jenis ini bisa merangsang otak melepaskan dopamin, yaitu neurotransmitter yang berkaitan dengan pusat kesenangan. Namun, apa kamu tahu bahaya dari makanan asin untuk kesehatan? Terlalu banyak mengasup makanan asin dapat membahayakan fungsi tubuh. 

Bahaya Sering Makan Asin

Berikut merupakan beberapa bahaya makan asin terlalu sering:

  • Tidak Baik untuk Kesehatan Tulang

Bahaya makanan asin bisa menyebabkan masalah pada kesehatan tulang. Melansir Everydayhealth, menurut ahli, garam yang terkandung di dalam makanan asin bisa menyebabkan pengeluaran kalsium melalui ginjal. Namun, bukan berarti kamu tidak boleh mengosumsi garam sama sekali. Bila kamu ingin mengonsumsi makanan asin, ada sebaiknya  dibatasi.

  • Jantung akan Bekerja Lebih Keras

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kadar garam yang tinggi dalam tubuh dapat membuat volume darah menjadi meningkat. Kalau sudah begitu, mau enggak mau jantung mesti bekerja ekstra keras untuk mengedarkan darah pada seluruh tubuh.

  •  Penyakit Kardiovaskuler

Saat tubuh kelebihan garam, ginjal akan melepaskan lebih banyak air sehingga membuat volume darah yang dipompa keluar oleh jantung akan meningkat. Nah, hal inilah yang membuat jantung harus bekerja lebih keras karena harus menyuplai darah segar ke tubuh

  • Tekanan Darah Tinggi

Boleh dibilang, makanan asin merupakan musuh para pengidap tekanan darah tinggi. Pasalnya, asupan garam berlebih bisa meningkatkan tekanan darah. Nah, kamu harus tahu, tekanan darah tinggi ini cukup berkaitan dengan penyakit jantung dan stroke. Setengah sendok teh saja bisa menaikkan tekanan sistolik sebesar lima pon, dan juga tekanan diastolik sebesar tiga poin.

  • Hipertrofi Ventrikel Kiri

Sebagian orang terkadang memang tidak mengalami hipertensi meski sering mengasup garam dalam jumlah yang tinggi. Namun, setelah ditelisik lebih jauh, rekam medis menunjukkan bahwa mereka mengalami hipertrofi ventrikel kiri atau pembesaran pada jaringan otot yang membuat dinding pada ruang pompa utama jantung. Nah, hal inilah yang akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

  • Retensi cairan

Retensi cairan sendiri merupakan kondisi kelebihan cairan yang menumpuk dalam tubuh. Nah, keseimbangan cairan dalam tubuh ini diatur natrium. Namun, jika kamu terlalu banyak mengonsumsi garam, maka ginjal akan kesulitan dalam mengeliminasi kelebihan garam. Alhasil, tubuh kamu pun akan menahan cairan, yang terkadang dapat menyebabkan pembengkakan di sekitar jantung.

Baca juga

 

Tinggalkan Komentar