Bahaya Lemak Jenuh, Jika Dikonsumsi Berlebihan

Anda pasti sudah seringkali diingatkan untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan yang memilikibanyak lemak jenuh. Katanya, lemak jenuh merupakan penyebab utama penyakit jantung. Tapi tahukah Anda bahwa tubuh juga ternyata tetap memerlukan asupan  lemak jenuh? Kuncinya, Anda tetap tidak boleh mengonsumsinya dengan berlebihan. Lalu, berapa batas normal asupan lemak jenuh setiap harinya?

Bahaya lemak jenuh jika dikonsumsi secara berlebihan

Fungsi lemak di tubuh manusia ialah sebagai cadangan energi, pelindung untuk berbagai organ penting, menjaga bentuk serta suhu tubuh, dan membantu penyerapan vitamin A,D,E, K. Sementara untuk fungsi lemak dalam makanan, yaitu sebagai penghasil kalori, membuat rasa makanan lebih enak, mengikat vitamin, serta mengandung asam lemak esensial, dan menghasilkan aroma serta bau tertentu.

Namun, jika terlalu banyak mengandung lemak jenuh, hal ini akan menimbulkan masalah untuk kesehatan tubuh. Salah satunya bisa menyebabkan peningkatan kolesterol total dan kolesterol LDL (low-density lipoprotein).

LDL seringkali disebut kolesterol jahat, berbentuk lemak mirip lilin. Lemak jenuh ini sering ditemui di atas meja makan melalui hidangan yang mengandung lemak hewani, kulit ayam, produk susu kental manis, dan juga minyak seperti minyak kelapa dan minyak kelapa sawit. Dalam satu porsi makanan cepat saji saja memiki 28 gram lemak (41,2%), sedangkan dua buah gorengan meiliki18,8 gram lemak (28,1%), bahkan dalam satu porsi nasi padang memiliki 25–30 gram lemak (37-45%).

Padahal, anjuran asupan lemak menurut Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) Indonesia adalah 25% dari energi total. Jika konsumsi lemak jenuh yang tinggi, sedangkan lemak tidak jenuh cenderung rendah, tingkat kolesterol di dalam tubuh juga akan tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan serum kolesterol darah juga tinggi.

Kemudian akan terbentuk plak atheroma di dalam pembuluh darah yang berdampak pada penyempitan pembuluh darah menuju jantung. Jika hal ini terjadi maka dampak terburuknya ialah terjadinya kematian otot jantung yang bisa menyebabkan kematian.

Lalu, berapakah batas normal konsumsi lemak jenuh pada setiap harinya

Setiap orang dianjurkan memenuhi kebutuhan nutrisi yang seimbang pada setiap harinya. Terdapat enam jenis nutrisi yang harus didapatkan pada asupan makanan, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan juga air.

Adapun komposisi yang baik untuk asupan protein, baik itu protein hewani maupun nabati dianjurkan 10%–20% dari kalori untuk kebutuhan tubuh, karbohidrat sekitar 45%–65%, karbohidrat sederhana sekitar 5%, dan lemak dianjurkan kurang 30% dari kalori kebutuhan tubuh. Sementara itu kebutuhan kolesterol hanya boleh dikonsumsi kurang dari 300 mg per hari. Lemak dibutuhkan oleh tubuh, akan tetapi bila berlebihan justru akan menimbulkan masalah kesehatan.

Menurut American Heart Association, anjuran untuk mengkonsumsi lemak adalah 25%–35% per hari dan harus dibatasi asupan lemak jenuh harus kurang dari 7% dari kalori total. Untuk asupan lemak trans harus kurang 1% dari kalori total / hari. Kemudian sisa asupan harus dipenuhi dengan asam lemak tidak jenuh.

Lemak jenuh kerap disebut dengan lemak jahat yang berisiko menyumbat peredaran darah. Jika lemak jahat menyumbat peredaran darah menuju ke jantung, hal ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Jika menyumbat peredaran darah ke otak, maka akan berisiko stroke.

Baca juga