Rheumapas.com – Pernahkah Anda merasakan nyeri pada sendi kaki ataupun tangan? Mungkin, itu salah satu tanda dari hiperurisemia / kelebihan senyawa asam urat. Jadi, sebenarnya, setiap orang juga memiliki asam urat yang merupakan berasal dari zat purina.

Purina adalah bagian dari DNA yang berperan di dalam proses metabolisme. Senyawa ini akan diubah menjadi asam urat. Dan kemudian, asam urat mengalir melalui aliran darah menuju ginjal.

Dari ginjal, asam urat akan dibuang melalui urine. Dalam kondisi yang normal,tidak ada asam urat yang mengendap pada ginjal. Namun, beberapa hal dapat memicu penumpukan senyawa tersebut sehingga menyebabkan hiperurisemia.

7 Gejala Asam Urat Pada Kaki

Menurut penelitian Gout & Uric Acid Education Society, asam urat bisa mengakibatkan sendi mengkristal hingga terasa nyeri. Supaya Anda terhindar dari hal tersebut, berikut ini gejala asam urat yang harus Anda waspadai.

  1. Rasa Sakit Pada Jempol Kaki

Akibat pengkristalan zat purina, jempol kaki adalah bagian pertama yang terasa nyeri. Dalam istilah kedokteran disebut dengan pirai; penyakit pada sendi tulang. Biasanya rasa sakit bisa terjadi berulang kali selama beberapa jam.

Selain mengganggu aktivitas Anda, nyeri sendi yang tak kunjung sembuh juga dapat berakibat fatal. Manakala bagian tersebut kambuh dan terasa sakit, sinyalnya dikirimkan ke otak. Jika pada organ ini tidak mampu untuk mengendalikan rasa nyeri, gejalanya bisa semakin meluas.

  1. Pembengkakan Pada Area Jempol Kaki

Jempol kaki yang mengalami nyeri berulang kali, lambat laun pun bisa menjadi bengkak. Pembengkakan tersebut terjadi pada sisi samping ibu jari hingga ke telapak kaki. Bahkan, bisa menyerang bagian tumit.

Pembengkakan bisa terjadi akibat dari tumpukan asam urat yang berada di jempol kaki. Gejalanya ditandai dengan warna kemerahan pada kulitdi sekitar, terlihat menonjol, dan meradang. Jika tidak segera Anda tangani, indikasi ini akan meluas sampai ke bagian betis.

Supaya bengkak berkurang, Anda bisa mengompresnya menggunakan air dingin. Zat ini akan membantu mencegah peradangan pada jempol kaki. Namun, untuk pembengkakan yang kronis, gunakan air hangat. Tujuannya agar peredaran darah lancar sehingga dapat meredakan nyeri.

  1. Sendi Kaki Terasa Kaku

Pernahkah Anda merasa sulit untuk menggerakkan kaki? Hati-hati, karena gejala ini menandakan serangan dari hiperurisemia. Rasanya seperti ada yang mencengkeram pada sendi sehingga menjadi kaku.

Gejala tersebut juga biasa dibarengi rasa pegal dan linu. Selama tidur, penderita akan merasa tidak nyaman, dan gelisah, serta selalu ingin menggerakkan kedua kaki. Salah satu cara mengatasi indikasi ini, yaitu dengan cara memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan juga asam folat.

  1. Kulit Mengelupas

Gejala asam urat bisa menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh, termasuk  juga pada kulit. Anda tidak hanya akan merasakan nyeri, tetapi juga terasa gatal. Biasanya, indikasi ini menyerang pada permukaan kulit di atas persendian.

  1. Kaki Sering Kesemutan

Kesemutan ditandai dengan mati rasa pada bagian kaki. Biasanya, terjadi jika terlalu lama duduk ataupun kedua kaki menekuk. Secara umum, serangan ini terjadi karena peredaran darah berjalan tidak lancar.

obat asam urat tradisional dan pantangannya

Namun, dalam kasus hiperurisemia, kesemutan disebabkan karena asam urat. Gejalanya tidak hanya menyerang kaki, akan tetapi juga sendi pada sekitar tangan. Jika hal ini abaikan, kesemutan bisa berlangsung selama beberapa hari. Dan akibatnya, Anda tidak dapat menggunakan tangan ataupun kaki untuk beraktivitas.

  1. Timbul Rasa Panas pada Sendi Jari Kaki

Kesemutan yang tidak segera ditangani akan menimbulkan rasa panas dibagian kaki. Gejala ini pun disertai nyeri. Untuk meredakannya cobalah untuk berendam dalam air hangat dicampur garam.

Sesekali, Anda juga bisa mengompresnya menggunakan air hangat. Cara ini cukup ampuh untuk mengatasi trauma pada otot, kesemutan, serta melancarkan oksigen.

  1. Serangan Interval Kritis dan juga Pirai PadaTingkat Lanjut

Gejala interval kritis dapat dialami jika asam urat tidak segera ditangani dengan baik. Indikasinya  bisa berlangsung selama 6-24 bulan. atapun bisa menyerang lebih dari dua kali dalam kurun waktu yaitu 5-10 tahun.

Kemudian, terjadi serangan pirai tingkat lanjut; ditandai dengan kondisi peradangan yang semakin parah. Luka tersebut juga akan mengeluarkan nanah. Selanjutnya, muncul gejala klinis berupa demam, nyeri yang hebat, serta penurunan pada fungsi ginjal.

Baca juga :