Rheumapas

Aman dan Sehat, Ini 6 Makanan Penurun Asam Urat

Asam urat adalah gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat menumpuknya zat purin di dalam tubuh. Zat purin tersebut dapat berasal dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Dalam hal ini, asam urat yang secara alami dihasilkan tubuh memiliki fungsi untuk menghancurkan zat purin dalam makanan. Oleh sebab itu, semakin banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi, maka asam urat di dalam tubuh pun akan meningkat. Lantas, adakah makanan penurun asam urat yang aman dikonsumsi? Simak ulasan di bawah ini

Perlu Anda ketahui bahwa dalam kondisi normal asam urat yang tidak terpakai akan langsung dibuang oleh tubuh melalui urine atau feses. Namun, kondisi ini bisa jadi bahaya apabila produksi asam urat di dalam tubuh terlalu banyak dan ginjal tidak mampu memprosesnya dengan sempurna. Tingginya kadar asam urat dalam darah ini juga dapat menyebabkan terbentuknya kristal padat di area sendi. Kondisi ini pada akhirnya dapat menimbulkan peradangan dan penyakit asam urat. Jika tidak segera diatasi, kristal padat yang muncul di area sendi tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit atau kondisi yang lebih serius, seperti kerusakan sendi permanen hingga penyakit ginjal.

Penyebab Asam Urat

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bhawa penyebab utama terjadinya ganggua asam urat adalah akibat sering mengonsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi. Namun tak hanya itu, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan tingginya kadar asam urat dalam darah, di antaranya adalah :

  • Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman manis yang mangandung gula tinggi.
  • Faktor genetik, di mana ada anggota keluarga yang juga memiliki riwayat penyakit asam urat.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat-obatan kemoterapi, aspirin, sislosporin, atau obat penghambat enzim.

Gejala Asam Urat

Penyakit asam urat adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala berupa nyeri yang tertahankan, peradangan, pembengkakan, serta adanya rasa panas di area persendian. Semua sendi yang ada pada tubuh memiliki risiko terkena asam urat, namun yang paling sering adalah jari tangan, jari kaki, pergelangan kaki, dan lutut. Selain itu, perlu Anda ketahui juga bahwa asam urat lebih mudah menyerang laki-laki, terutama mereka yang usianya di atas 30 tahum. Sementara itu, pada wanita penyakit asam urat umumnya muncul setelah masa menopause.

Gejala asam urat dapat berlangsung cukup lama,yakni dalam rentang waktu 3 – 10 hari. Perkembangan gejala pun terhitung cepat, yakni dalam hitungan beberapa jam pertama. Meski demikian, masih banyak orang keliru sehingga menyamakan penyakit asam urat dengan rematik. Padahal, sebenarnya rematik merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan rasa nyeri pada persendian atau otot yang mengalami peradangan.

Makanan Penurun Asam Urat

Jika makanan yang diketahui dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah adalah makanan yang kandungan purinnya tinggi, seperti daging merah, jeroan, dan seafood, maka Anda juga harus mengenali makanan yang dapat menurunkan asam urat. Di antaranya adalah :

1. Buah ceri

Buah ceri dapat dimanfaatkan untuk membantu menurukan asam urat di dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena buah ini memiliki kandungan anti inflamasi, yakni antosianin yang dapat membantu mengurangi kadar asam urat dalam darah. Selain itu, kandungan yang ada pada ceri juga dapat membantu asam urat mengkristal dan mengendap pada sendi. Tak hanya itu, bahkan ceri mampu menetralkan asam dan membantu mencegah terjadinya peradangan.

2. Apel dan buah beri

Selain ceri, apel dan buah beri, seperti stroberi, bluberi, blackberi dan rasberi, juga menjadi makanan penurun asam urat dan mencegah terjadinya peradangan pada sendi akibat asam urat. Buah apel dikenal kaya akan malid acid yang mana dapat membantu menetralisir asam urat. Jika dikonsumsi secara rutin, maka kandungan tersebut dapat membantu menetralisir asam urat. Tak hanya itu, buah apel juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri yang kerap terjadi ketika asam urat kambuh.

Sementara itu, buah beri memiliki kandungan antiinflamasi yang tinggi. Sifat antiinflamasi tersebut tentunya dapat mengendalikan peradangan atau inflamasi yang terjadi pada sendi.

3. Teh hijau

Jarang diketahui, ternyata teh hijau juga ampuh untuk membantu menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena teh hijau kaya akan kandungan antioksidan bernama katekin. Kandungan katekin yang ada pada teh hijau dinilai mampu menghambat produksi asam urat berlebih di dalam tubuh. Tak hanya itu, teh hijau juga dapat mengeluarkan kristal asam urat serta eluruhkan batu dalam ginjal.

4. Ikan salmon

Ikan salmon juga menjadi makanan yang sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar asam urat. Makanan yang kaya akan kandungan asam lemak omega 3 ini terbukti ampuh dalam mengurangi pembengkakan dan peradangan akibat asam urat tinggi. Tak hanya itu, ikan salmon juga merupakan jenis ikan rendah asam lemak jenuh, sehingga juga dapat membantu menurunkan kolesterol dalam tubuh.

5. Buah-buahan kaya vitamin C

Vitamin C ternyata tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan imunitas dan antioksidan saja. Namun, asa urat juga mampu menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena, saat vitamin C masuk ke dalam tubuh, maka akan membantu proses pengeluaran asam urat berlebih lewat urine.

6. Kuaci

Bagi Anda yang gemar mengonsumsi kuaci sebagai cemilan, maka kabar baik untuk Anda. Pasalnya, biji bunga matahari ini juga dapat membantu menurunkan asam urat di dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena kuaci mengandung asam folat yang dipercaya efektif untuk menurunkan kadar asam urat dalam tubuh secara alami.

Tinggalkan Komentar