8 Penyakit Akibat Kolesterol Tinggi

Tubuh kita membutuhkan kadar kolesterol yang normal agar selalu sehat, karena jika kolesterol berada pada kadar yang tinggi dalam jangka waktu yang lama, maka dapat menimbulkan masalah kesehatan. Beberapa penyakit akibat dari kolesterol tinggi seperti serangan jantung hingga stroke, dan lain-lain.

Kolesterol merupakan zat lemak yang dibuat oleh hati yang didistribusikan ke seluruh tubuh. Kolesterol ini berperan bagi tubuh kita dalam membuat vitamin D juga hormon, serta membuat asam empedu. Kita mendapatkan kurang dari pada 25 persen dari total kolesterol dalam tubuh dari makanan yang kita makan, terutama dari lemak hewani. Kadar kolesterol tinggi berarti dalam darah kita terkandung lebih banyak dari kolesterol dibandingkan yang kita butuhkan.

Sayangnya, pada kebanyakan orang yang memiliki kolesterol tinggi tidak memiliki gejala yang cukup jelas. Satu-satunya cara untuk mengetahui kadar kolesterol kita adalah dengan melakukan tes darah.

Jika ternyata Anda memiliki kolesterol yang tinggi, maka dianjurkan untuk segera melakukan perubahan pada pola makan, olahraga, dan juga obat-obatan untuk membantu dalam menurunkan kolesterol juga mengurangi risiko penyakit jantung dan penyakit lain yang di akibat kolesterol tinggi.

obat asam urat tradisional dan pantangannya

Apa saja Penyakit Akibat Kolesterol tinggi?

Secara garis besar ada dua sistem tubuh yang bisa dipengaruhi, yaitu sistem sirkulasi atau peredaran darah dan juga sistem pencernaan. Lebih lanjut dijelaskan sebagai berikut.

Gangguan Sirkulasi Akibat Kolesterol Tinggi

Penyakit jantung koroner

Risiko utama akibat dari kolesterol tinggi adalah penyakit jantung koroner. Kadar kolesterol darah yang tinggi bisa meningkatkan risiko untuk terkena penyakit jantung. Jika kolesterol terlalu tinggi, maka akan menumpuk di dinding pembuluh darah arteri.

Seiring waktu, penumpukan ini akan menyebabkan pengerasan arteri (aterosklerosis). Kondisi ini menyebabkan arteri akan menyempit, hingga memperlambat aliran darah ke jantung, akhirnya  menyempit serta mengurangi aliran darah ke jantung.

Hal ini dapat mengakibatkan nyeri dada atau serangan jantung apabila pembuluh darah tersumbat dengan sepenuhnya.

Stroke

Stroke bisa terjadi jika pasokan darah menuju bagian otak menjadi berkurang. Stroke terjadi apabila pembuluh darah yang membawa oksigen dan juga nutrisi ke otak tersumbat atau pecah.

Ketika stroke terjadi, bagian otak tidak bisa untuk mendapatkan darah dan oksigen yang dibutuhkan tubuh, sehingga jaringan otak bisa mati hingga menimbulkan gejala-gejala kelumpuhan pada anggota gerak dan juga fungsi indera.

Penyakit Pembuluh Darah Perifer

Kolesterol tinggi dapat mengakibatkan penyakit pembuluh darah perifer (PAD), yang mengacu pada penyakit pembuluh darah di luar jantung dan juga otak. Pada PAD, mekanismenya sama seperti di atas, yaitu penumpukan lemak di sepanjang dinding arteri dan mempengaruhi sirkulasi pada darah, terutama arteri yang mengarah ke kaki.

Diabetes Melitus Tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan penyakit lain yang membuat akibat kolesterol tinggi menjadi banyak, karena diabetes bisa mempengaruhi kadar kolesterol. Bahkan jika gula darah Anda  terkontrol dengan baik.

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi juga berhubungan erat. Ketika arteri mulai mengeras sehingga menyempit, hingga jantung harus bekerja lebih keras memompa darah melalui pembuluh darah tersebut. Dan akibatnya, tekanan darahpun  menjadi tinggi dan tidak normal.

Disfungsi ereksi (ED)

Pembuluh darah di alat kelamin pria lebih kecil daripada di bagian lain dari tubuh, sehingga disfungsi ereksi bisa menjadi tanda peringatan awal dari penyempitan arteri. Penyempitan bisa disebabkan karena penyumbatan oleh penumpukan lemak yang mengandung kolesterol.

Gangguan Sistem pencernaan Yang di Akibatkan Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi dapat membuat tidak seimbangan empedu, dan menyebabkan batu empedu. Dan pada kenyataannya ditemukan lebih dari 80 persen batu empedu merupakan batu kolesterol.

Penumpukan plak pada arteri juga dapat memblokir aliran darah menuju ke ginjal dan lambung. Sindrom iskemik usus dapat terjadi ketika ada penyumbatan di arteri yang menuju ke usus. Gejalanya seperti sakit perut, mual, muntah, hingga tinja berdarah.

Baca juga