Rheumapas

7 Cara Terapi Rematik yang Bisa Anda Lakukan

Rematik menjadi penyakit yang sangat banyak menerang orang saat memasuki usia 40 tahun ke atas. Penyakit yang satu ini tentu saja akan mengganggu aktifitas sehari-hari, sebab gejala yang sering kali muncul adalah nyeri pada area sendi. Ada banyak sekali jenis rematik, salah satunya adalah radang sendi yang dalam medis disebut rheumatoid artritis. Untuk meredakan rasa nyeri akibat rematik ini dapat dilakukan dengan cara terapi rematik atau dengan menggunakan obat pereda nyeri.

Gejala nyeri pada sendi akibat rematik akan muncul pada area kaki, tangan dan pergelangan tangan maupun kaki. Hal ini disebabkan olah pembengkakan atau kekakuan karena terjadi peradangan pada sendi. Berdasar riset kesehatan pada tahun 2018, penyakit pada persendian banyak dialami oleh orang di usia 40 sampai 60 tahun ke atas. Dimana penderitanya adalah sebagian besar perempuan.

Cara Terapi Rematik

Bagi penderita penyakit rematik, cara terapi rematik adalah yang paling cari. Selain menggunakan pengobatan pereda nyeri pada sendi,terdapat beberapa cara untuk mengurangi gejala rematik sebagai berikut.

1. Melakukan Kompres

Cara terapi rematik yang pertama yakni kompres dengan es batu di bagian sendi yang mengalami peradangan. Sendi yang tengah meradang umumnya akan bengkak, untuk mengurangi pembengkakan tersebut maka lakukan kompres dingin. Rasa nyeri dapat berkurang dengan sensasi dingin dari es batu.

Apabila gejala yang dirasakan adalah nyei disertai tegang, maka lakukan terapi berendam atau mandi dengan air hangat sebagai peredanya. Kemudian lakukan kompres air hangat pula pada bagian sendi yang terasa tegang dan nyeri menggunakan handuk.

2. Relaksasi dan Istirahat

Untuk menjaga kesehatan penting untuk menjaga kualitas tidur. Ada banyak maanfaat dari istirahat yang cukup salah satunya adalah untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Atur pola tidur dengan durasi delapan jam pada malam hari. Selain itu tidur pada waktu siang juga dapat membantu merelaksasi tubuh. Hal ini berdasarkan pada Health Line yang menyebutkan manfaat tidur bagi manusia. Terutama bagi pendetita rematik, kualitas tidur memiliki pengaruh yang sangat besar. Sebab kualitas tidur memengaruhi tingkat rasa nyeri saat bergerak.

3. Jahe

Salah satu tumbuhan herbal ini juga dapat dimanfaatkan untuk terapi rematik. Zat yang terkadung dalam jahe bermafaat sebagai anti radang. Untuk itu jahe bisa diminum untuk mengurangi peradangan yang terjadi pada sendi akibat rematik.

4. Olahraga

Rematik seringkali membuat sendi nyeri atau sulit digerakkan. Olahraga secara rutin dapat membantu melatih gerak sendi juga otot sendi. Gerakan olahraga yang dilakukan juga tidak boleh yang terlalu berat, misalnya berjalan kaki, pemanasan, yoga, berenang, atau senam aerobik dalam air.

Olahraga ringan dilakukan agar setiap gerakan yang dilakukan tidak memberikan tekanan berlebih pada sendi.

5. Lakukan Mindfulnes atau Meditasi

Meditasi menjadi cara terapi rematik yang dapat dilakukan. Meditasi ini adalah kegiatan melatih konsentrasi atau menaruh perhatian penuh pada satu kegiatan yang dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk merileksasi para pederita rematik untuk mengatasi semua rasa nyeri akibat gejala rematik.

Meditasi dapat dilakukan dengan cara duduk dalam sebuat posisi dengan kurun waktu yang lama. Selama berlatih meditasi, penderita rematik mungkin akan merasa kesakitan. Untuk itu carilah instruktur agar bisa melakukan meditasi dengan modifikasi teknik, sehingga midfulnes dapat dilakukan dengan nyaman. Manfaat dari meditasi beruapa releksasi pun dapat diperoleh dengan maksimal.

6. Terapi Pijat

Terapi yang satu ini tentu bisa dilakukan secara mandiri atau dengan bantuan orang lain seperti terapis atau anggota keluarga. Pijatan dapat merelaksasi pada otot sendi sehingga bisa mengurangi rasa sakit saat digerakkan.

Hal ini didukung dengan sebuat penlitian pada penderita rematik di tahun 2013. Yang mana menebutkan bahwa terapi pijat tekanan sedang dalam satu bulan dapat mendapatkan rasa nyeri lebih sedikit. Selain itu terdepat perubahan ke arah positif saat melakukan cengkeraman, serta rentang gerak.

7. Mengatur Pola Makan

Asupan makanan memiliki pengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Bagi penderita rematik, makanan dengan kandungan antiksidan yang tinggi serta anti-inflamsi sangat direkomendasikan.

Makanan yang baik untuk terapi rematik adalah sayur rebus ataupun mentah dan buah-buahan. Selain itu rempah-rempah seperti kunyit, temulawak, dan jahe juga bagus untuk penderita rematik. Kemudan yogurt juga bagus untuk mengatasi gejala rematik. Makanan yang menjadi pantangan untuk penderita rematik adalah makanan olahan dengan pemanis , olahan karbohidrat, serta olahan daging merah.

Selain terapi di atas, rasa nyeri rematik dapat diobati dengan pengobatan herbal Rheumapas. Suplemen herbal dengan komposisi temulawak (Curcuma xanthoriza rhizoma) dan sambiloto (Andrographidis paniculata herba)yang dapat menyembukan gejala rematik.

 Obat yang merupakan produksi PT. Tiga Puspa ini telah lolos uji kelayakan melalui Dinas Kesehatan RI serta MUI. Dosis pemakaianRheumapas adalah dengan meminum 2 kapsul sebanyak 3 kali satu hari setelah makan. Untuk menjaga kualitas, simpan obat di tempat yang kering dan sejuk.

Tinggalkan Komentar